Opini
Opini: Makan Bergizi Gratis, Koperasi Merah Putih, dan Ujian Soemitronomics
Kritik terhadap MBG dan KMP tetap sah. MBG rawan menjadi proyek katering nasional bila pasokannya dikuasai vendor besar.
Tanpa KMP, MBG mudah ditelan vendor besar. Tanpa MBG, KMP mudah menjadi lembaga tanpa pasar.
Karena itu, MBG dan KMP adalah pasangan strategis. MBG menciptakan permintaan. KMP mengorganisasi pasokan. Negara menggunakan anggaran untuk membuat ekonomi rakyat masuk ke rantai nilai nasional.
Jangan Menjadi Meja Makan Elite
Namun, jika tata kelola gagal, Soemitronomics akan runtuh oleh instrumennya sendiri.
Jika MBG menjadi proyek vendor, jika KMP menjadi koperasi elite, jika aktor politik dan pemilik modal menguasai rantai pasok, maka program rakyat berubah menjadi ekonomi rente.
Solusinya harus keras. Setiap dapur MBG wajib membuka data asal bahan pangan, harga beli, pemasok, dan persentase serapan lokal. KMP harus diaudit, didigitalisasi, dikelola profesional, dan diawasi anggota.
Konflik kepentingan antara pejabat, vendor, koperasi, dan elite politik harus dipagari.
Ukuran sukses tidak cukup jumlah porsi dan jumlah koperasi, tetapi petani terserap, UMKM naik kelas, uang berputar di desa, NTP pangan membaik, dan koperasi menghasilkan surplus bagi anggota.
Soemitronomics hanya akan menjadi jalan kemajuan bila dapur negara benar-benar menghidupkan lumbung rakyat, bukan menjadi meja makan baru bagi elite yang selalu lapar. (*)
Simak berita, artikel opini atau cerpen POS-KUPANG.COM di Google News
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/I-Putu-Yoga-Bumi-Pradana-04.jpg)