Jumat, 1 Mei 2026

Opini

Opini: Saat Musim Kemarau Mengetuk Pintu NTT

Memasuki bulan Mei, wilayah NTT mulai didominasi oleh pergerakan Angin Monsun Timur (Australian Monsoon). 

Tayang:
Editor: Dion DB Putra
DOKUMENTASI PRIBADI HAMDAN NURDIN
Hamdan Nurdin 

Kembalilah pada komoditas endemik yang adaptif secara genetik terhadap lahan kering, seperti sorgum, jewawut dan jagung lokal. 

Tanaman-tanaman ini ibarat Kuda Sandelwood, fisiknya tidak manja, akar mereka menancap kuat mencari air di celah batu karang dan tahan banting di bawah terik matahari. 

Debit air permukaan di embung dan mata air akan mengalami penurunan drastis. Hukum fisika penguapan tidak bisa dilawan. Oleh karena itu, kita harus melakukan manajemen konservasi air. 

Perlakukan setiap liter air bersih di rumah tangga tangga layaknya kita menjaga belis (harta mahar) yang sangat berharga; jangan dihamburkan secara percuma.

Informasi prediksi curah hujan dasarian I Mei 2026 dari BMKG bukan sekadar grafis warna-warni, melainkan instrumen mitigasi. 

Kekeringan di NTT adalah sebuah konstanta (nilai tetap) dalam persamaan iklim tahunan kita, bukan sebuah variabel yang mengejutkan. 

Alam semesta sedang memutar siklusnya dan masyarakat NTT, dengan ketangguhannya yang telah teruji zaman, pastinya tahu persis bagaimana menari mengikuti irama angin timuran ini. 

Biar matahari pung terik menyengat kulit, ketong pung semangat pantang menyerah sonde boleh kering. (*)

Simak berita, artikel opini atau cerpen POS-KUPANG.COM di Google News

Sumber: Pos Kupang
Halaman 3/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved