Opini
Opini: Alleluia di Tengah Reruntuhan- Makna Paskah di Masa Perang
Apa artinya menyanyikan “Alleluia” ketika mata kita menyaksikan kekerasan dan penderitaan yang tak berkesudahan?
Kehidupan sejati baru akan dimulai ketika benih-benih perdamaian berakar kuat dalam hati mereka yang telah mengalami konflik dan kekerasan, dan ketika mereka dengan sukarela menawarkan diri sebagai alat bagi perdamaian itu sendiri.
Dengan demikian, Kebangkitan bukan sekadar janji pembaruan rohani pribadi, melainkan panggilan yang kuat untuk ambil bagian dalam karya Allah menghadirkan rekonsiliasi dan penyembuhan di dunia yang terluka.
Damai yang dahulu diproklamasikan oleh para malaikat kepada para gembala pada kelahiran Yesus di Betlehem adalah damai yang sama yang diberikan Kristus sendiri kepada para murid-Nya setelah Kebangkitan-Nya.
Umat Kristiani dipanggil untuk menghidupi harapan kebangkitan ini melalui tindakan nyata: solidaritas, belas kasih, dan upaya aktif untuk membangun perdamaian.
Bahkan di tengah reruntuhan dan deru perang, Gereja akan tetap berdiri teguh dan mewartakan: “Kristus telah bangkit. Alleluia.”
Simak berita, artikel opini atau cerpen POS-KUPANG.COM di Google News
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/Suster-Herlina-Hadia.jpg)