Kamis, 4 Juni 2026

Opini

Opini: Alleluia di Tengah Reruntuhan- Makna Paskah di Masa Perang

Apa artinya menyanyikan “Alleluia” ketika mata kita menyaksikan kekerasan dan penderitaan yang tak berkesudahan?

Tayang:
Editor: Dion DB Putra
DOKUMENTASI PRIBADI HERLINA HADIA
Sr. Herlina Hadia 

Kehidupan sejati baru akan dimulai ketika benih-benih perdamaian berakar kuat dalam hati mereka yang telah mengalami konflik dan kekerasan, dan ketika mereka dengan sukarela menawarkan diri sebagai alat bagi perdamaian itu sendiri. 

Dengan demikian, Kebangkitan bukan sekadar janji pembaruan rohani pribadi, melainkan panggilan yang kuat untuk ambil bagian dalam karya Allah menghadirkan rekonsiliasi dan penyembuhan di dunia yang terluka.

Damai yang dahulu diproklamasikan oleh para malaikat kepada para gembala pada kelahiran Yesus di Betlehem adalah damai yang sama yang diberikan Kristus sendiri kepada para murid-Nya setelah Kebangkitan-Nya. 

Umat Kristiani dipanggil untuk menghidupi harapan kebangkitan ini melalui tindakan nyata: solidaritas, belas kasih, dan upaya aktif untuk membangun perdamaian.

Bahkan di tengah reruntuhan dan deru perang, Gereja akan tetap berdiri teguh dan mewartakan: “Kristus telah bangkit. Alleluia.”

Simak berita, artikel opini atau cerpen POS-KUPANG.COM di Google News

 

 

 

Sumber: Pos Kupang
Halaman 4/4
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved