Kamis, 7 Mei 2026

Opini

Opini: Di Antara Nyepi dan Idulfitri- Menguji Wajah Toleransi dalam Religiusitas NTT

Apakah membuka jalan bagi perayaan agama lain atau saling mengucapkan selamat sudah cukup untuk disebut toleransi? 

Tayang:
Editor: Dion DB Putra
DOKUMENTASI PRIBADI KRISTIANUS JEHAMIT
Kristianus Jehamit 

Apakah kita sungguh-sungguh mampu diam dari prasangka, menahan diri dari penghakiman dan membuka diri terhadap alteritas? 

Sementara itu semangat rekonsiliasi Idulfitri menantang kita lebih jauh: apakah kita benar-benar siap memaafkan, bukan hanya secara  verbal tetapi secara eksistensial? 

Apakah kita mampu membangun relasi yang melampaui sekat identitas, ataukah kita hanya berdamai di permukaan tanpa menyentuh akar perpecahan?

Dengan demikian toleransi tidak lagi dipahami sebagai kompromi dangkal atau sekadar strategi sosial untuk  menjaga stabilitas. 

Ia harus dilihat sebagai komitmen etis yang lahir  dari kedalaman religiusitas itu sendiri. 

Toleransi adalah buah dari iman yang matang, iman yang tidak takut pada perbedaan, tetapi justru diperkaya olehnya. 

Ia bukan sekadar koeksistensi, tetapi kooperasi; bukan hanya penerimaan pasif, tetapi keterbukaan aktif terhadap yang lain sebagai sesama manusia. 

Akhirnya di antara Nyepi dan Idulfitri kita tidak hanya merayakan perbedaan, tetapi juga diuji oleh perbedaan itu. 

Religiusitas di NTT menemukan maknanya yang paling otentik, bukan ketika ia tampak harmonis dipermukaan, tetapi ketika ia berani menhadapi ketegangan  dengan kejujuran, mengolahnya dalam refleksi kritis dan melahirkan kembali sebagai praksis toleransi yang nyata dan berkelanjutan. 

Di sanalah iman menjadi hidup, bukan sebagai identitas yang kaku tetapi sebagai perjalanan yang terus terbuka. 

Sebab pada akhirnya toleransi bukan hasil sampingan dari religiusitas melainkan ukuran sejauh mana religiusitas itu benar-benar manusiawi, sejauh mana  ia mampu menghadirkan wajah Allah  dalam relasi yang adil, terbuka dan penuh kasih di tengah dunia yang majemuk. (*)

Simak terus berita, cerpen dan artikel opini POS-KUPANG.COM di Google News 

 

 

 

 

Sumber: Pos Kupang
Halaman 4/4
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved