Opini
Opini: Di Antara Nyepi dan Idulfitri- Menguji Wajah Toleransi dalam Religiusitas NTT
Apakah membuka jalan bagi perayaan agama lain atau saling mengucapkan selamat sudah cukup untuk disebut toleransi?
Apakah kita sungguh-sungguh mampu diam dari prasangka, menahan diri dari penghakiman dan membuka diri terhadap alteritas?
Sementara itu semangat rekonsiliasi Idulfitri menantang kita lebih jauh: apakah kita benar-benar siap memaafkan, bukan hanya secara verbal tetapi secara eksistensial?
Apakah kita mampu membangun relasi yang melampaui sekat identitas, ataukah kita hanya berdamai di permukaan tanpa menyentuh akar perpecahan?
Dengan demikian toleransi tidak lagi dipahami sebagai kompromi dangkal atau sekadar strategi sosial untuk menjaga stabilitas.
Ia harus dilihat sebagai komitmen etis yang lahir dari kedalaman religiusitas itu sendiri.
Toleransi adalah buah dari iman yang matang, iman yang tidak takut pada perbedaan, tetapi justru diperkaya olehnya.
Ia bukan sekadar koeksistensi, tetapi kooperasi; bukan hanya penerimaan pasif, tetapi keterbukaan aktif terhadap yang lain sebagai sesama manusia.
Akhirnya di antara Nyepi dan Idulfitri kita tidak hanya merayakan perbedaan, tetapi juga diuji oleh perbedaan itu.
Religiusitas di NTT menemukan maknanya yang paling otentik, bukan ketika ia tampak harmonis dipermukaan, tetapi ketika ia berani menhadapi ketegangan dengan kejujuran, mengolahnya dalam refleksi kritis dan melahirkan kembali sebagai praksis toleransi yang nyata dan berkelanjutan.
Di sanalah iman menjadi hidup, bukan sebagai identitas yang kaku tetapi sebagai perjalanan yang terus terbuka.
Sebab pada akhirnya toleransi bukan hasil sampingan dari religiusitas melainkan ukuran sejauh mana religiusitas itu benar-benar manusiawi, sejauh mana ia mampu menghadirkan wajah Allah dalam relasi yang adil, terbuka dan penuh kasih di tengah dunia yang majemuk. (*)
Simak terus berita, cerpen dan artikel opini POS-KUPANG.COM di Google News
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/Kristianus-Jehamit-03.jpg)