Opini
Opini: Mengapa Donald Trump Seperti Ini?
Tiongkok berhasil masuk ke jantung pasar dunia, dan kini, saat pengaruh mereka mulai mencekik, muncul sosok Donald Trump.
Semikonduktor telah menjadi "Tuhan baru" yang menggerakkan segalanya, dari medsos hingga sistem kendali rudal nuklir.
Kerapuhan Amerika terletak pada rantai pasok. Jet tempur F-35, simbol supremasi udara Pentagon, nyatanya memiliki ketergantungan kronis pada komponen mikroprosesor yang diproduksi di Asia, wilayah yang secara geografis rentan terhadap pengaruh Beijing.
Trump memahami ini sebagai ancaman eksistensial. Upayanya memutus akses teknologi Tiongkok adalah upaya sistematis untuk memaksa penantang kembali ke zaman batu digital.
Di sisi lain, energi tetap menjadi titik lemah Tiongkok yang mengimpor 73 persen kebutuhan minyaknya.
Melalui kebijakan yang agresif di Venezuela dan tekanan terhadap Iran, Trump mencoba memastikan bahwa "keran" energi dunia tetap berada dalam genggaman Washington.
Agresivitas Trump yang terbaru, terlihat dari dukungan penuh terhadap operasi militer Amerika-Israel ke jantung pertahanan Iran. Ini bukan sekadar masalah dendam ideologis.
Bagi Amerika, ini adalah kalkulasi geopolitik. Iran adalah pemasok energi utama bagi Tiongkok dengan menyerap lebih dari 80 persen hingga 90?ri total ekspor minyak Iran.
Dengan melumpuhkan Teheran, Trump sedang melakukan operasi pemotongan energi dan logistik ke Tiongkok.
Venezuela pun demikian. Maduro diculik karena sudah menekan perjanjian utang dengan China. Venezuela tidak membayar utang China pakai uang, tetapi pakai minyak mentah atau skema oil for loan.
China adalah tujuan utama minyak Venezuela, dengan total ekspor mencapai 144 juta barel pada 2023, mencakup sekitar 68?ri total ekspor minyak mentah negara Amerika Selatan tersebut.
Dolar sebagai Senjata Massal
Senjata terkuat Amerika bukanlah hulu ledak nuklir, melainkan sistem pembayaran global berbasis Dolar. Namun, senjata ini mulai tumpul akibat terlalu sering digunakan sebagai instrumen sanksi.
Pembekuan aset Rusia sebesar 300 miliar dolar pada 2022 menjadi lonceng peringatan bagi dunia bahwa tidak ada aset yang aman jika politik tidak sejalan dengan Washington.
Gejala dedolarisasi yang digerakkan oleh blok BRICS (Tiongkok, Rusia, India, dkk) melalui sistem pembayaran lintas bank adalah ancaman nyata terhadap keberlangsungan utang raksasa AS.
Cross-Border Interbank Payment System (CIPS) sebenarnya adalah sistem pembayaran milik China yang diluncurkan pada 2015, namun kini telah menjadi tulang punggung finansial bagi blok BRICS untuk mengurangi ketergantungan pada sistem SWIFT milik Barat.
Trump kini berkejaran dengan waktu. Ia harus melumpuhkan ekonomi pesaing sebelum dunia benar-benar berhenti membiayai defisit Amerika.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/DONALD-TRUMP-PRESIDEN-KE-47-AS_1.jpg)