Opini
Opini: Kasih Karunia yang Terlalu Cepat Dianggap Cukup
Apakah kita bersedia membiarkan Injil mengganggu kenyamanan kita, bukan hanya menghibur kesedihan kita.
Editor:
Dion DB Putra
Apakah kita bersedia membiarkan Injil mengganggu kenyamanan kita, bukan hanya menghibur kesedihan kita.
Kasih karunia Allah tidak pernah netral. Ia berpihak pada kehidupan. Ia menelanjangi kesombongan. Ia mengusik sistem yang nyaman dengan penderitaan orang kecil.
Jika kita terus mengucapkan kasih karunia cukup sambil menolak membongkar akar luka, maka yang cukup bukan iman, melainkan ketumpulan nurani. Dan itu bukan Injil. (*)
Simak terus berita dan atikel opini POS-KUPANG.COM di Google News
Tags
John Mozes Hendrik Wadu Neru
Opini Pos Kupang
Nusa Tenggara Timur
Provinsi Nusa Tenggara Timur
luka sosial
Pendeta GMIT
Berita Terkait:#Opini
| Opini: Perairan NTT Tak Sekadar Terkait Perut Rakyat Namun Sumber Kedaulatan Ekonomi |
|
|---|
| Opini: ProKlim, Ekonomi Karbon, dan Momentum Aksi Nyata dari Komunitas |
|
|---|
| Opini - Ketika Data Mengalahkan Realitas: Ancaman Baru Bagi Kearifan Lokal NTT |
|
|---|
| Opini: Menjaga Mutu Undana di Balik Layar WFH |
|
|---|
| Opini: Pendidikan sebagai Jalan Pemulihan Martabat Manusia di Era Modern |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/John-Mozes-Hendrik-Wadu-Neru-05.jpg)