Opini
Opini: Pendidikan sebagai Jalan Pemulihan Martabat Manusia di Era Modern
Pendidikan dapat menjadi jalan yang efektif untuk membangun masyarakat yang lebih adil, manusiawi, dan bermartabat
Oleh: Gerardus Taena
Fakultas Filsafat Universitas Widya Mandira Kupang, Nusa Tenggara Timur.
POS-KUPANG.COM - Era modern ditandai oleh perkembangan teknologi yang sangat pesat, globalisasi yang semakin meluas, serta perubahan sosial yang terjadi dengan cepat.
Kemajuan ini membawa berbagai kemudahan bagi kehidupan manusia, terutama dalam bidang komunikasi, informasi, dan akses terhadap pengetahuan.
Namun di balik kemajuan tersebut, muncul pula berbagai persoalan serius yang berkaitan dengan martabat manusia.
Ketimpangan sosial, eksploitasi ekonomi, marginalisasi kelompok lemah, hingga kecenderungan dehumanisasi dalam system sosial menunjukkan bahwa manusia sering kali diperlakukan sebagai alat untuk mencapai tujuan tertentu, bukan sebagai pribadi yang memiliki nilai intrinsik.
Baca juga: Opini: Transformasi Bank NTT menjadi Perseroda
Perkembangan teknologi seperti kecerdasan buatan dan Internet of Things (IoT) turut mengubah cara manusia berpikir, bekerja, dan berinteraksi.
Teknologi yang pada awalnya diciptakan untuk membantu manusia justru berpotensi menggeser nilai-nilai kemanusiaan apabila tidak disertai dengan kesadaran etis.
Dalam situasi seperti ini, martabat manusia sering kali terancam oleh logika efisiensi, produktivitas, dan kepentingan ekonomi yang mengabaikan dimensi kemanusiaan. Dalam konteks tersebut, pendidikan memiliki peran yang sangat penting.
Pendidikan tidak hanya berfungsi sebagai sarana transfer pengetahuan, tetapi juga sebagai proses pembentukan manusia yang utuh.
Melalui pendidikan, manusia diajak untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis, membangun kesadaran moral, serta menghargai martabat dirinya dan sesamanya.
Oleh karena itu, pendidikan dapat dipandang sebagai salah satu jalan strategis untuk memulihkan dan meneguhkan kembali martabat manusia di tengah tantangan era modern.
Berdasarkan latar belakang tersebut, tulisan ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana pendidikan dapat berperan sebagai sarana pemulihan martabat manusia.
Pembahasan akan menyoroti konsep martabat manusia, tantangan pendidikan di era modern, serta peran pendidikan dalam membentuk manusia yang bermartabat.
Konsep Martabat Manusia
Martabat manusia merupakan konsep filosofis dan teologis yang menegaskan bahwa setiap manusia memiliki nilai yang tidak dapat diganggu gugat.
Martabat seseorang juga adalah pengakuan bahwa manusia memiliki nilai istimewa yang melekat pada sifat kemanusiaannya dan berhak untuk dihormati karena ia adalah manusia.
Gerardus Taena
masalah pendidikan di ntt
Masalah Pendidikan
Opini Pos Kupang
kurikulum pendidikan
Kurikulum Pendidikan Indonesia
| Opini: Hemat Pangkal Miskin- Nasihat Moral Yang Membungkam Realitas Kemiskinan NTT |
|
|---|
| Opini: Tambal Jalan, Co-Production dan Civic Partnership |
|
|---|
| Opini - Kosmologi Herakleitos dan Krisis Ekologi NTT: Membaca Perubahan, Menemukan Keseimbangan |
|
|---|
| Opini: Arah Baru Penganggaran Publik |
|
|---|
| Opini: Transformasi Bank NTT menjadi Perseroda |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/Ilustrasi-belajar-di-rumah.jpg)