Opini
Opini: KEK dan Jebakan Kapitalisme Kasino
KEK merujuk pada status khusus yang diperoleh suatu kawasan dengan berbagai syarat yang harus dipenuhi dan ditetapkan.
Studi terkait tantangan yang dialami berbagai KEK di Indonesia (Mandalika, Tanjung Kelayang, dan Galang Batang) oleh Hidayat dan Dharma Negara (2020) telah menunjukkan adanya kesenjangan yang cukup besar antara desain dan praktik tata kelola kawasan khusus di Indonesia yang menghambat keberhasilan kawasan khusus.
Oleh karena itu, mendorong kawasan perbatasan antar negara di wilayah NTT sebagai kawasan khusus untuk memicu pertumbuhan ekonomi kawasan harus disertai dengan riset yang memadai untuk dapat menghasilkan perencanaan strategis pengembangan kawasan khusus.
Keunggulan kompetitif utama yang sudah dimiliki adalah perbedaan nilai barang dan jasa antar kedua negara.
Keunggulan ini sekian lama dimanfaatkan oleh para pelaku usaha dalam mengekspor barang-barang yang menjadi kebutuhan negara tetangga, Timor Leste.
Kawasan khusus yang direncanakan bisa menggeser aktivitas berbasis distribusi dan transportasi dengan kawasan menciptakan kawasan perdagangan antar negara. Pertukaran ekonomi ini bisa difasilitasi di dalam kawasan ini.
Selain itu, aspek layanan dan jasa lain seperti kawasan pendidikan internasional juga bisa diintegrasikan di dalamnya.
Peluang-peluang ini hanya bisa ditransformasikan melalui pertimbangan dan analisis yang detil dan aktual, bukan asumsi-asumsi makro dan generalis.
Pengembangan indutri lokal akan memainkan peran kunci dalam pembangunan jangka panjang dan berkelanjutan.
Hal lain yang sama penting adalah merencanakan pertumbuhan wilayah sekitar, termasuk pertumbuhan pemukiman, dampak lingkungan serta berbagai dampak sosial lainnya.
Ini selalu menjadi variabel yang terabaikan dalam pengembangan kawasan khusus, bahkan belum banyak studi yang berfokus pada aspek ini.
Aspek ini seringkali dieksternalisasi dalam kerangka evaluasi kawasan khusus.
Tanpa perencanaan kawasan di sekitar kawasan khusus, pemukiman akan tersebar secara informal dan memicu persoalan lingkungan, krisis air, serta krisis ruang perkotaan di masa yang akan datang.
Sejarah pertumbuhan kawasan urban di Indonesia didominasi oleh tragedi ini.
Pada akhirnya penentu keberhasilan atau kegagalan proyek pengembangan kawasan khusus adalah relevansinya dengan konteks spesifik tempat kawasan tersebut berada, dan seberapa efektif proyek tersebut dirancang, diimplementasikan, dan dikelola secara berkelanjutan.
Agar suatu kawasan khusus berhasil, para perencana perlu menjadikan zona-zona tersebut sebagai bagian integral dari strategi pembangunan jangka panjang, dengan mempertimbangkan berbagai aspek keberlanjutan seperti sisi komersial, target pasar dan bisnis, lintasan pertumbuhan, ketersediaan infrastruktur, keterampilan dan kemampuan inovasi teknologi, integrasi sosial serta keberlanjutan lingkungan.
Tanpa riset strategis, KEK yang muncul tidak memberi harapan, tetapi malah memberikan kegetiran atau tragedi yang sudah bisa dibayangkan. (*)
Simak terus berita dan artikel opini POS-KUPANG.COM di Google News
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/John-Petrus-Talan.jpg)