Kamis, 21 Mei 2026

Opini

Opini: Veronika - Dari Kamar Mandi ke Panggung Nasional

Kalau Veronika bisa lahir dari ide kecil dan bantuan AI, maka besok akan lahir karya lain dari anak Nusa Tenggara Timur.

Tayang:
Editor: Dion DB Putra
DOKUMENTASI PRIBADI WILFRID BABUN
Wilfrid Babun SVD 

Oleh: Wilfrid Babun, SVD
Pegiat Literasi TBM St. Josef Freinademetz Tambolaka Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur.

POS-KUPANG.COM - Kadang ide besar lahir di tempat paling sederhana. Lagu “Lu Kenal Veronika Ko?” misalnya. 

Penciptanya, Ferry Klau, pernah bilang ide itu muncul waktu dia lagi di kamar mandi. 

Dari sana, nama Veronika melesat dari tongkrongan anak Kupang ke layar HP jutaan orang Indonesia. Dari kamar mandi menuju ke publik ramai. Luar biasa. Yang bikin makin menarik, kata Ferry juga, ia dibantu AI untuk merapikan aransemen dan ritme. 

Bisa jadi Veronika adalah anak kampung Nusa Tenggara Timur ( NTT) blasteran anak Malaka dan Kupang, Timor, yang dibesarkan dengan teknologi. Hehe. Sangat lokal. Tetapi tidak gagap digital.

Baca juga: Opini: Dolar Menguat dan Rapuhnya Ketahanan Indonesia

Fenomena  sosial ini penting kita ulik karena dia mewakili tiga hal besar yang sedang terjadi di NTT hari ini.

Pertama, bahasa lokal adalah kekuatan. Bukan hambatan. Veronika memakai dialek Kupang: “Lu”, “Ko”, “Beta”, “Son”. 

Bahasa yang akrab,  sering terdengar di pasar Oebobo, di angkot jurusan Penfui atau di jalan saat seorang bocil ke sekolah. Kemarin seorang bocil main sepeda di depan kios Om Simon sambil nyanyi: Lu kenal Veronika ko..?

Selama ini banyak yang berpikir kalau mau ke panggung nasional harus pakai bahasa Jakarta. 

Veronika membuktikan sebaliknya. Justru karena dia asli, lugas, otentik, dia gampang diterima. Menyanyikan Veronika, kitorang NTT merasa: “ini kita!”.

Orang luar NTT juga merasa lagu NTT ini  juga  renyah, segar dan beda. Unik. Bahasa lokal dengan dialeknya yang beda, bukan penghalang. Dia nampak kocak, namun  justru jadi identitas. Orang jadi ingat kita. Oh, ada sesuatu juga dari NTT.

Kedua, humor adalah cara bertahan hidup orang NTT. Hidup, juga di NTT tidak mudah. Kupang panas. Sumba hawanya sangat gerah seperti sekarang. 

Ada kekeringan, keterbatasan infrastruktur. Di pasar harga barang sembako sudah tinggi. Tapi kita semua, orang NTT punya satu energi jiwa yang tidak pernah habis: humor. 

Lagu Veronika ini lucu, ceplas-ceplos, sedikit nakal.  Ini bikin kita ketawa. Dan ketawa itu penting. Di tengah susah, kita semua, dan juga orang NTT tetap bisa joget bareng, ketawa bareng. 

Apakah Veronika dalam lagu itu mengeluh? Kan tidak. Dia malah mengajak: ayo mari kita tertawa di atas realitas yang ada. Ini kekuatan mental yang sering luput dari perhatian.

Sumber: Pos Kupang
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved