Kamis, 4 Juni 2026

Opini

Opini: Mempersiapkan Lansia Sehat

Formula hidup sehat dan bahagia tersebut tampaknya mudah. Kita hanya diminta menjaga kesehatan gigi dan mulut. 

Tayang: | Diperbarui:
Editor: Dion DB Putra
DOKUMENTASI PRIBADI SAVERINUS SUHARDIN
Saverinus Suhardin. 

Selain itu, secara umum lansia juga mengalami penurunan fungsi pada organ yang lain seperti xerostomia—kekurangan produksi saliva atau air liur. 

Akibatnya, lansia sering mengalami berbagai gangguan seperti nafsu makan berkurang, kekurangan gizi, dan kualitas hidup makin memburuk.

Kesehatan Mulut dan Kualitas Hidup

Dampak masalah kesehatan gigi dan mulut bagi kesehatan tubuh secara umum dan kualitas hidup manusia semakin tidak terbantahkan. 

Sebuah studi mendalam yang dilakukan Yutaka Watanabe, dkk (2022) di Jepang menunjukkan adanya hubungan yang erat antara dua variabel tersebut. 

Mereka memeriksa beragam hasil penelitian dengan tema sejenis dan menyimpulkan adanya hubungan antara kesehatan gigi dan mulut dengan kesehatan tubuh secara keseluruhan, bahkan bisa membuat umur lebih panjang.

Sebaliknya ketika kesehatan gigi dan mulut rendah, khususnya pada kelompok lansia, kualitas hidup mereka menjadi lebih rendah. 

Lansia yang masih memiliki gigi lengkap (termasuk gigi palsu/prostetik) dan berfungsi dengan baik dapat membuat kualitas hidupnya menjadi lebih baik. 

Sedangkan kehilangan gigi atau masalah gigi lain seperti nyeri dan kehilangan fungsi dapat menurunkan kualitas hidup (van de Rijt et al., 2020).

Bukti penelitian tersebut meyakinkan kita tentang pentingnya tindakan pencegahan dan kebiasaan melakukan perawatan sejak dini. 

Prevalensi masalah gigi memang terjadi sejak masa kecil. Tapi karena gigi anak-anak itu merupakan “gigi susu” yang masih bisa tumbuh lagi, kita acap abai atau sering menganggap kerusakan gigi anak sebagai hal lumrah.

Padahal, kedisiplinan merawat gigi sejak kecil sangat baik untuk mempertahankan gigi yang berkualitas pada masa dewasa hingga lansia

Karena itu, kesadaran tentang pentingnya perawatan gigi sejak dini perlu menjadi gerakan bersama.

Indonesia saat ini memang sedang menyongsong bonus demografi, penduduk lansianya belum terlalu banyak. 

Tapi pada saat yang sama, kita juga perlu menyadari kalau bangsa ini sedang berjalan menuju negara dengan struktur penduduk tua atau population ageing. 

Artinya setelah menikmati besarnya manfaat bonus demografi, kita perlu bersiap-siap menyambut populasi lansia yang jauh lebih besar.

Sumber: Pos Kupang
Halaman 3/4
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved