Opini
Opini: Mempersiapkan Lansia Sehat
Formula hidup sehat dan bahagia tersebut tampaknya mudah. Kita hanya diminta menjaga kesehatan gigi dan mulut.
Khusus orang yang tinggal di negara berpenghasilan menengah seperti kita, WHO memperkirakan 3 dari 4 orang pernah mengalami masalah pada kesehatan gigi dan mulut.
Prediksi WHO itu memang tidak meleset. Berdasarkan hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas), prevalensi gigi berlubang pada anak usia dini sangat tinggi hingga mencapai 93 persen.
Selain itu, masih dari hasil riset yang sama, masalah kesehatan gigi dan mulut yang sering dikeluhkan masyarakat Indonesia di antaranya gigi rusak/berlubang/sakit sebesar 45,3 persen dan gusi bengkak dan/atau keluar bisul (abses) sebesar 14 persen.
Mulut Sumber Sehat dan Sakit
Mulut yang berisi gigi dan jaringan penting lainnya merupakan gerbang pertama masuknya makanan dan minuman yang selanjutnya dikelola di sistem pencernaan, juga udara yang kita hirup untuk sistem pernapasan.
Kalau kondisi mulut kurang terawat, maka substansi yang melewatinya akan tercemar dan memberi dampak pada organ lain yang berkaitan.
Masalah kesehatan gigi dan mulut tentunya sangat mengganggu fungsi pencernaan makanan.
Kita tahu proses pencernaan makanan telah dimulai secara mekanik dan enzimatik sejak dalam rongga mulut.
Tapi kalau gigi sakit dan menimbulkan nyeri yang tidak tertahankan, makanan enak pun jadi tidak memikat selera.
Begitupun dengan masalah pada organ lain, seperti kurangnya produksi saliva (air liur), ketiadaan enzim, luka atau infeksi pada rongga mulut, dan sebagainya—semua dapat mengganggu proses penghancuran makanan dalam mulut.
Jika proses awal sistem pencernaan itu gagal atau berlangsung kurang sempurna, maka organ berikut yang bertugas—lambung, usus halus, usus besar, kolon hingga rektum—juga tidak dapat berperan dengan baik.
Fungsi utama sistem pencernaan untuk menyerap zat-zat nutrisi yang penting bagi tubuh pun ikut terganggu.
Ketidaknyamanan fisik akibat gangguan pencernaan inilah yang pada akhirnya akan memicu stres dan mengurangi rasa bahagia dalam menjalani hari.
Lansia merupakan kelompok khusus yang sering mengalami gangguan seperti yang digambarkan di atas.
Kita tahu banyak lansia yang kehilangan gigi karena kurang melakukan perawatan yang baik sejak kanak-kanak hingga dewasa.
Fungsi mengunyah sebenarnya bisa digantikan dengan gigi palsu, tapi tidak begitu efektif untuk jenis makanan tertentu.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/Saverinus-Suhardin.jpg)