Breaking News
Sabtu, 18 April 2026

Opini

Opini: Nagekeo Satu Data di Hari Statistik Nasional 2025

Data yang cepat dalam bentuk BNBA memberikan keyakinan kepada BNPB dalam eksekusi anggaran relokasi rumah terdampak. 

Editor: Dion DB Putra
DOKUMENTASI PRIBADI ANGELA R.M WEA
Angela Regina Maria Wea 

Diharapkan sebelum masa tanggap darurat selesai 9 Desember 2025 rumah terdampak sebanyak 90 rumah dapat segera ditempati. 

Proses penyediaan tempat relokasi berjalan lancar, berkat dukungan tuan tanah yang langsung menyerahkan tanah dengan surat pernyataan diketahui oleh kepala desa baik berupa surat hibah atau surat keterangan tanah. 

Data yang cepat dalam bentuk BNBA memberikan keyakinan kepada BNPB dalam eksekusi anggaran relokasi rumah terdampak. 

Kejadian Bencana Banjir Bandang Mauponggo dipicu oleh aktifnya gelombang Rossby Ekuatorial yang sedang melintasi Kawasan Nusa Tenggara. 

Kondisi cuaca yang sangat ekstrem berupa intensitas hujan yang tinggi sejak Minggu siang tanggal 7 September 2025 hingga Senin sore tanggal 8 September 2025 telah menyebabkan bencana banjir bandang dan longsor di 4 kecamatan dan 38 Desa/Kelurahan, yaitu Kecamatan Mauponggo (21 dari 21 Desa/Kelurahan), Nangaroro (9 dari 19 Desa/Kelurahan), Boawae (6 dari 27 Desa/Kelurahan), dan Keo Tengah (2 dari 16 Desa). 

Peristiwa ini menyebabkan enam orang meninggal, tiga orang hilang, 22 orang luka/sakit, 140 jiwa dari 37 KK mengungsi (Sumber: Daily Report, Pusdalops BPBD Kabupaten Nagekeo, 22 September 2025). 

Selain itu menimbulkan kerusakan pada pemukiman warga maupun infrastruktur. 

Di Kecamatan Mauponggo banjir bandang dimulai pada Minggu, tanggal 7 September 2025 pukul 23.00 Wita sedangkan pada tiga kecamatan lainnya yaitu Nangaroro, Keo Tengah, Boawae pada tanggal 9 September pukul 23.00 Wita.

Masa bencana terbagi atas tiga tahap, yaitu tahap siaga bencana, tahap tanggap darurat, dan tahap pemulihan atau recovery dan rehabilitasi. 

Pada tahap siaga bencana disebut dengan Golden Time, tahap untuk melakukan evakuasi sebanyak-banyaknya. 

Dalam bencana banjir bandang Mauponggo terjadi hanya dalam hitungan detik. 

Intensitas hujan yang tinggi dimulai tanggal 7 September 2025 pukul 23.00. Tanggal 8 September dini hari sudah puncaknya atau tahap kedua. 

Pada masa darurat, yang dibutuhkan mendesak adalah air bersih dan rumah. Banyak pipa air yang hanyut begitupun rumah. 

Masa darurat berlangsung sampai tanggal 9 Desember 2025. Setelah itu dilanjutkan dengan masa recovery ( Rehabilitasi dan Rekonstruksi atau R&R) melibatkan sektor-sektor lainnya yang terdampak seperti pertanian, pendidikan, dll. 

Hal yang mendesak dan menjadi prioritas pada masa darurat yaitu kebutuhan air bersih dan rumah. 

Halaman 3/4
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved