Sabtu, 18 April 2026

Obituari

Pater Marsel Agot, SVD - Sang Gembala yang Membumi

Bagi mereka yang mengenal sosok imam dari tarekat Societas Verbi Divini (SVD) ini, Pater Marsel adalah anomali. 

|
Editor: Dion DB Putra
POS-KUPANG.COM/HO
Pastor Marsel Agot, SVD 

Oleh: P. Wilfrid SVD

POS-KUPANG.COM - Fajar pagi di Labuan Bajo terasa lebih dingin dan senyap. Nampaknya tidak biasa. Kabar duka itu menyelinap di antara dedaunan akasia, dan di riuhnya gelombang pantai barat Flores. 

Provinsial SVD Ruteng Pater Paul T.Djogo SVD menulis di Grup Provinsi SVD Ruteng pada 00,4 dini hari. Pater Marsel Agot, SVD, telah berpulang ke pangkuan Bapa di RS Cancar Manggarai. 

Langit Manggarai dan Manggarai Barat merunduk. Telah kehilangan salah satu bintang penunjuk arahnya. Tanah Flores kehilangan putra terbaik yang selama puluhan tahun menjaga kesucian bumi dari berbagai daya kerusakan.

Baca juga: Pater Marsel Agot Wanti-wanti BPOLBF Soal Wisata Halal di Labuan Bajo

Bagi mereka yang mengenal sosok imam dari tarekat Societas Verbi Divini (SVD) ini, Pater Marsel adalah anomali. 

Pribadi langka dari barisan imam SVD, juga di tengah modernitas Labuan Bajo yang kian berkilau bak meteor melintas cakrawala. Ia bukan tipe imam yang betah hanya duduk di balik meja. Jubahnya seringkali tercemar tanah kebun. 

Tangannya jauh lebih akrab dengan variasi bibit pohon daripada sekadar buku liturgi. Saya teringat satu waktu. Dia bilang: kraeng Wilfrid, tanam pohon di mata air di Dadar itu ka..."

"Pastor Pohon" dan Tiga Juta Warisan Hijau

Jauh sebelum Labuan Bajo ditetapkan sebagai destinasi wisata super-premium, Pater Marsel sudah "berperang" sendirian.  Dimulai sejak tahun 1990-an, ia melihat hutan-hutan di Flores mulai botak. 

Mungkin ulah banyak pihak. Ada tangan-tangan yang usil, serakah. Dari situlah lahir sebuah komitmen yang tak tergoyahkan: "Bila ingin melestarikan alam, mulailah dari diri sendiri."

Marsel bukan tipikal orang suka omon-omon sa.Bukan sekadar slogan. Hidupnya ia wujudkan dengan sangat kreatif menanam lebih dari tiga juta pohon. Bayangkan!  

Dedikasi luar biasa ini membawanya meraih penghargaan lingkungan hidup. (Bdk.https://regional.kompas.com.Hijaukan Lahan Gundul.Pastor di NTT Raih Penghargaan). 

Menteri Kehutanan RI menganugerahkan penghargaan ini di tahun 2013. Baginya, menanam pohon adalah bentuk doa pada Allah dan alam semesta. 

Satu taqsim yang paling konkret. Adalah satu cara mencintai Sang Pencipta melalui ciptaan-Nya yang paling konkret tetapi bisa kian rapuh.

Suara Nyaring di Garis Depan Keadilan

Sebagai imam, Pater Marsel memahami betul bahwa tugas gembala adalah melindungi domba-dombanya dari  ketidakadilan. Ia seorang nabi zaman now.

Suara profetisnya seringkali menjadi "batu sandungan" bagi setiap pengambil kebijakan. Yang dinilainya mengkerdikan rakyat kecil, dia lawan.

Sumber: Pos Kupang
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved