Rabu, 29 April 2026

Opini

Opini: Sungguhkah Paus Leo XIV Yang Dinantikan?

Pesan persatuan itu bahkan terbaca sejak pertama kali Paus Leo XIV tampil di hadapan publik dengan pakaian kepausan dominan berwarna merah. 

Tayang:
Editor: Dion DB Putra
DOK PRIBADI
Alexander Yopi 

Karena itu, butuh batasan etika yang unggul untuk memastikan AI menjaga martabat manusia, menghormati kekayaan dan keragaman budaya, kesetaraan dan kesejahteraan.

Dimensi ini masih terasa asing, untuk negara-negara berkembang apalagi yang masih tertinggal. Karena itu, sosok Paus Leo XIV sebagai seorang AS dan sekaligus yang lama berkarya di belahan negara-negara berkembang adalah sosok yang tepat, sekali lagi sebagai jembatan.

Di sinilah tampak dengan jelas semboyan itu, “In Illo Uno Unnum.” Dalam diri Paus Leo XIV banyak harapan yang tengah hidup, yang tampaknya saling bertentangan satu sama lain, seperti proton dan elektron dalam kosmologi atom.

Sungguhkah dia yang dinantikan? 

Tentu saja, kita bergantung pada sosok ini, untuk menjaga keseimbangan kosmik, sehingga dunia dan manusia tetap dalam lintasan yang benar, agar tidak terjadi ledakan seperti cerita Sodom dan Gomora, Air Bah, atau Tulah-Tulah pada masa Tuhan sedang marah.(*)

Simak terus berita POS-KUPANG.COM di Google News 

 

Halaman 3/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved