Opini
Opini: Akhir Kisah sang Penyair
Usman lahir di Bambor, Manggarai Barat, pada 15 Februari 1957. Pada waktu kuliah, ia dipercaya sebagai wartawan beberapa koran...
Labuanbajo, Maret 2007
Puisi itu tidak secara gamblang menghadirkan tokoh, meskipun kita bisa menganggap seisi puisi tersebut sebagai solilokui sang aku lirik.
“Perjalanan yang tak pernah berhenti pada suka” adalah perjalanan pertama Orfeus ke dunia orang mati. Ia mencari Eurydice hanya untuk merasakan kehilangan kedua.
Di perjalanan keduanya, Orfeus bahagia, kembali bersatu dengan Eurydice yang ia cintai, kekasih yang membuatnya pernah menggetarkan seisi dunia orang mati dengan lirik-liriknya yang memukau, sebagaimana dicatat Ovidius.
Sebagaimana akhir bahagia perjalanan Orfeus, saya berharap perjalanan Om Usman berakhir bahagia, dan ia memperoleh tempat yang layak di sisi Allah yang diimaninya. Sebagaimana kehidupan baru bertunas setelah “angin yang membawa hujan melewati bumi yang tambun”. (*)
Simak terus berita POS-KUPANG.COM di Google News
| Opini: Opini WTP dan Ilusi Akuntabilitas Publik |
|
|---|
| Opini - Menyelisik Kelulusan SMA Terhadap Kualitas Pendidikan |
|
|---|
| Opini - FOMO dalam Dunia Subjektif: Pelajaran dari Thomas Nagel |
|
|---|
| Opini: Menyelami Misteri Rosario dalam Terang Rosarium Virginis Mariae |
|
|---|
| Opini: Self-Diagnosis dari Media Sosial- Ketika TikTok Menjadi "Dokter" Baru Generasi Muda |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/Usman-D-Ganggang-dan-muridnya.jpg)