Selasa, 5 Mei 2026

Opini

Opini - FOMO dalam Dunia Subjektif: Pelajaran dari Thomas Nagel

Fenomena tersebut dapat dipahami melalui konsep FOMO atau fear of missing out, yaitu ketakutan akan tertinggal dari pengalaman orang lain.

Tayang:
Editor: Alfons Nedabang
POS-KUPANG.COM/HO
Pascalianus Arky Banunaek 

FOMO dalam Dunia Subjektif: Pelajaran dari Thomas Nagel

Oleh: Fr. Pascalianus Arky Banunaek 
Mahasiswa Filsafat UNWIRA 
Tinggal Di Seminari Tinggi St. Micael

POS-KUPANG.COM - Publik baru-baru ini dihebohkan oleh kisah seorang perempuan asal Lampung bernama Jasmine Jalani yang viral karena penampilannya yang disebut mirip Barbie. Ia diketahui merupakan seorang PNS yang aktif di media sosial dan kerap menampilkan diri dengan gaya estetika tertentu.

Keputusan Jasmine untuk melakukan berbagai perawatan hingga operasi demi mencapai standar kecantikan tersebut menuai beragam respons dari masyarakat.

Banyak yang melihatnya sebagai bentuk ekspresi diri, tetapi tidak sedikit pula yang mempertanyakan motivasi di baliknya (Gresnia Febriani, Walipop).

Fenomena ini tidak bisa dilepaskan dari pengaruh media sosial yang membentuk standar kecantikan ideal secara masif. Dalam ruang digital, citra visual sering kali menjadi tolok ukur nilai diri seseorang.

Kasus ini pada akhirnya membuka ruang refleksi tentang bagaimana individu memandang dirinya di tengah tekanan sosial yang terus berkembang.

Dilansir dari suara.com, dijelaskan bahwa Jasmine kerap tampil dengan riasan penuh dan menjalani berbagai perawatan kecantikan yang menarik perhatian publik.

Ia bahkan tetap menggunakan makeup saat menjalani perawatan di klinik, yang kemudian menjadi sorotan warganet ( Mamagini, Suara.com).

Fenomena ini semakin viral karena konten yang ia bagikan ditonton jutaan kali di media sosial, sehingga respons publik pun beragam mulai dari kekaguman hingga kritik terhadap pilihan estetika yang diambilnya.

Media sosial dalam hal ini bukan hanya menjadi ruang ekspresi, tetapi juga ruang pembentukan identitas, disini terlihat bahwa pengalaman diri mulai dipengaruhi oleh bagaimana orang lain melihat dan menilai kita.

FOMO dalam Subjektivitas Nagel

Fenomena tersebut dapat dipahami lebih dalam melalui konsep FOMO atau fear of missing out, yaitu ketakutan akan tertinggal dari pengalaman orang lain.

FOMO muncul ketika seseorang merasa bahwa hidup orang lain lebih menarik, lebih ideal, atau lebih bermakna dibandingkan dirinya sendiri.

Dalam perspektif epistemologi, hal ini berkaitan dengan cara manusia memahami pengetahuan, khususnya pengetahuan tentang pengalaman.

Sumber: Pos Kupang
Halaman 1/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved