Selasa, 5 Mei 2026

Opini

Opini: Menyelami Misteri Rosario dalam Terang Rosarium Virginis Mariae

Maria ditempatkan secara istimewa dalam misteri keselamatan sebagai perempuan yang dipilih Allah untuk menghadirkan Sang Sabda ke dunia. 

Tayang:
Editor: Dion DB Putra
DOKUMENTASI PRIBADI GERARDUS TAENA
Gerardus Taena 

Oleh: Gerardus Taena
Mahasiswa Fakultas Filsafat Semester IV_Universitas Widya Mandira Katolik, Kupang.

POS-KUPANG.COM - Dalam tradisi Gereja Katolik universal, bulan Mei dikenal sebagai bulan Maria, suatu masa istimewa yang didedikasikan untuk menghormati Bunda Maria sebagai Bunda Allah dan teladan iman. 

Devosi ini bukan sekadar ekspresi emosional umat, melainkan memiliki dasar teologis yang kuat dalam kehidupan Gereja. 

Maria ditempatkan secara istimewa dalam misteri keselamatan sebagai perempuan yang dipilih Allah untuk menghadirkan Sang Sabda ke dalam dunia. 

Karena itu, penghormatan kepada Maria selalu berkaitan erat dengan Kristus sendiri.

Baca juga: Opini: Bulan Maria, Menyelami Harmoni Spiritual dan Era Kepemimpinan Baru di Indonesia

Salah satu bentuk devosi yang paling khas dalam Gereja adalah doa Rosario. Dalam ajaran Gereja Katolik, khususnya sebagaimana ditegaskan dalam Surat Apostolik Paus Yohanes Paulus II Rosarium Virginis Mariae, Rosario dipahami sebagai doa yang sederhana namun mendalam, bahkan disebut sebagai “ringkasan Injil” (16 Oktober 2002). 

Secara dogmatis, Rosario memiliki karakter kristologis yang kuat. Artinya, meskipun bernapaskan Maria, pusat dari doa ini tetap Kristus. 

Melalui Rosario, umat diajak untuk merenungkan seluruh misteri kehidupan Yesus Kristus: mulai dari inkarnasi, kehidupan publik, penderitaan, hingga kebangkitan dan kemuliaan-Nya. Struktur Rosario sendiri mencerminkan perjalanan iman yang utuh. 

Misteri gembira menghadirkan sukacita inkarnasi, misteri terang menyingkapkan pewartaan Kerajaan Allah, misteri sedih mengajak umat masuk dalam penderitaan Kristus, dan misteri mulia menegaskan kemenangan kehidupan atas kematian. 

Dengan demikian, Rosario bukan sekadar pengulangan doa, tetapi sebuah jalan kontemplatif yang membawa umat masuk dalam dinamika misteri keselamatan.

Dalam kerangka ini, Maria memiliki peran yang khas dan penting. Ia bukan tujuan akhir dari devosi, melainkan jalan yang menuntun kepada Kristus. 

Sebagai ibu dan murid pertama, Maria adalah model kontemplasi yang sempurna. Injil mencatat bahwa ia “menyimpan segala perkara dalam hatinya dan merenungkannya” (Luk 2:19). 

Maka, ketika umat berdoa Rosario, mereka sebenarnya sedang belajar memandang Kristus dengan cara Maria: penuh iman, keheningan, dan kedalaman batin. 

Secara spiritual, doa Rosario mengandung tiga gerak utama dalam kehidupan iman: mengenang Kristus, mengenal Kristus, dan menjadi serupa dengan Kristus. 

Dengan demikian, doa ini memiliki dimensi formasi iman yang kuat. Ia tidak hanya mengarahkan pada doa, tetapi juga pada transformasi hidup. 

Sumber: Pos Kupang
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved