Jumat, 24 April 2026

Opini

Opini: Destinasi Wisata Sumba, Masalah dan Pengelolaan

Masyarakat tidak hanya dididik berbahasa asing tetapi perlu sikap dan cara berinteraksi yang baik dan benar dengan orang lain teristimewa orang asing.

Editor: Dion DB Putra
DOK PRIBADI
Romo Polikarpus Mehang Praing, Pr 

Ada seni tari, seni lukis, pesta adat atau kegiatan budaya, seperti pasola. Itu mengundang daya tarik. 

Budaya harus dinikmati, berkesan dan bernilai bagi wisatawan yang datang atau berkunjung. Kelima, teknologi dan infrastruktur. 

Pemerintah perlu memakai dan mengembangkan teknologi dan infrastruktur yang memadai. Ini mempermudah perluasan informasi dan promosi kepariwisataan. 

Wisatawan harus memperoleh informasi dengan mudah dan mengakses perjalanan dengan praktis dan efisien. Seperti konsep e-tourism. Dan accessibility (aksesibilitas), artinya ada kemudahan bagi wisatawan dari satu lokasi ke lokasi yang lain, nyaman dalam perjalanan dan terjangkau. Bahkan dimungkinkan bagi disabilitas. 

Demikian dengan amenity (fasilitas) yakni sarana dan prasarana harus ada dan berkualitas untuk menghindari bahaya dan memberi kepuasaan wisatawan, seperti akomodasi, rumah makan, fasilitas kebersihan, pusat informasi wisata, tempat rekreasi, tempat berkemah, sarana ibadah, rest area, jalan (transportasi) dan biro perjalanan. 

Prasarana lainnya yaitu persediaan air dan toilet, listrik, tempat parkir dan tempat pembuangan sampah, dll.

Pulau Sumba tidak berubah dan selalu indah bagi dunia. Alamnya selalu menarik mata dan hati banyak orang. 

Tulisan ini hanya ulasan kecil, karena ada harapan dan mimpi, sebagai orang Sumba, agar pemerintah dan masyarakat, sebagai penghuni pulau terindah ini, tidak hanya bangga tetapi memiliki pemahaman, pengetahuan dan pengelolaan wisata yang baik dan benar. 

Adanya video kekecewaan wisatawan, yang saat ini viral di media social karena tidak nyaman saat berada di Sumba, menjadi pembuka cakrawala untuk mengelola distinasi wisata di Pulau Sumba dengan tepat. Dan itu tidak mudah dieksekusi, butuh keberanian dan kerja sama seluruh elemen masyarakat dan pemerintah di Pulau Sumba

Yang jelas, tata kelola pariwisata yang baik, menarik dan tepat untuk Pulau Sumba adalah penjagaan martabat mulia alam dan fondasi demi kemajuan dan kemakmuran bagi masyarakat Sumba sendiri. (*)

Simak terus berita POS-KUPANG.COM di Google News 

 

Halaman 3/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved