Opini
Opini: Banalitas Media Sosial dan Media Kontrol Sosial
Penemuan-penemuan terbaru ini memaksa manusia untuk mengubah sistem komunikasi sosial dan pencarian informasi.
Oleh: Jondry Siki, S.Fil
Alumnus Fakultas Filsafat Unwira Kupang, Tinggal di Palangka Raya
POS-KUPANG.COM - Media sosial selalu berinovasi dalam menghadirkan fitur-fitur terbaru. Fitur mutakhir yang sangat populer saat ini adalah Chat GPT dan Meta AI.
Kehadiran kedua fitur ini menjadi terobosan baru dalam mengakses informasi di mana orang tidak perlu masuk melalui pintu google.
Sejak dirilisnya Chat GPT pada 30 November 2022, ketergantungan dengan google mulai menurun dalam hal pencarian informasi yang mengudara selama tiga dekade terakhir.
Penemuan-penemuan terbaru ini memaksa manusia untuk mengubah sistem komunikasi sosial dan pencarian informasi.
Untuk mendapatkan akses informasi dan komunikasi saat ini tidak lagi gratis seperti masuk ke perpustakaan untuk membaca buku namun kini harus melalui pembayaran tertentu (token listrik, wifi dan pulsa data).
Tanpa pembayaran ini manusia akan terputus dari akses informasi dalam berkomunikasi dengan dunia luar.
Penemuan fitur Chat GPT dan Meta AI ini ternyata membawa dampak yang cukup signifikan bagi manusia terutama dalam dunia pendidikan dan ekonomi.
Hadirnya program digital ini membuat banyak peserta didik malas membaca buku sehingga berpengaruh pada pendapatan ekonomi di mana keluarga harus membeli pulsa data atau memasang WiFi di rumah.
Jika tidak dilakukan transaksi tersebut maka akses pengetahuan bagi anak-anak terhambat dan orang tua sulit berkomunikasi dengan orang lain.
Selain berdampak pada dunia pendidikan dan ekonomi, ternyata fitur-firur ini juga mengubah cara bersosialisasi diri.
Kehadiran Meta AI membawa orang pada titik nadir eksebisi diri yang tak terkendali dan terkontrol hanya untuk melayani kehendak Meta agar bisa mendapatkan pengunjung banyak dalam media sosialnya minimal sehari satu konten.
Tuntutan ini membuat banyak orang melakukan eksebisi tanpa kontrol dan menyeret diri menjauh dari budaya ketimuran.
Maka di tengah kedasyatan media sosial dan perhambaan meta, dunia membutuhkan media kontrol sosial.
Komunikasi Sosial & Media Kontrol Sosial
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/Ilustrasi-media-sosial-123.jpg)