Opini
Opini: Banalitas Media Sosial dan Media Kontrol Sosial
Penemuan-penemuan terbaru ini memaksa manusia untuk mengubah sistem komunikasi sosial dan pencarian informasi.
Hari Minggu Paskah VII (1 Juni 2025), Gereja merayakan Hari Komunikasi Sosial ke-59.
Kehadiran gereja di tengah arus zaman tidak sekadar sebagai membawa orang kepada iman tetapi mengarahkan orang bagaimana cara hidup beriman dan bermasyarakat dengan media dan komunikasi sosial.
Maka dalam konteks Hari Komunikasi sosial, gereja hadir sebagai “Media Kontrol Sosial” agar banyak orang kembali menyadari jati diri sebagai Imago Dei.
Gereja hadir dalam kehidupan sosial agar pembangunan komunikasi sosial membawa orang kepada kesejahteraan bersama.
Maka pada Hari Komunikasi Sosial ke-59, Mendiang Paus Fransiskus meninggalkan pesan bagaimana manusia bijak dalam membangun komunikasi sosial dan bersosialisasi diri yang sehat dengan media sosial.
Pesan ini ia tulis pada bulan Januari lalu sebagai amanat perpisahan sebelum ia wafat agar selalu mengendalikan diri dalam komunikasi sosial.
Bagi mendiang Paus Fransiskus manusia butuh pribad-pribadi yang bisa tampil sebagai penyalur informasi yang baik agar komunikasi sosial bisa menjadi kontrol sosial.
Bagi Paus Fransiskus, saat ini, komunikasi menjauh dari harapan bersama dan kebanyakan menciptakan ketakutan dan keputusasaan, prasangka, fanatisme dan bahkan kebencian.
Saat ini banyak orang berkomunikasi dengan menyederhanakan realitas untuk memancing reaksi naluriah dengan menggunakan informasi palsu atau yang sudah diputarbalikkan secara cerdik, untuk mengirim pesan yang dirancang untuk menghasut, memprovokasi, dan atau menyakiti.
Maka sangat penting dalam berkomunikasi perlu ada batasan-batasan yang jelas agar tidak terjadinya provokasi dan hasutan-hasutan di tengah ketegangan karena perbedaan pandangan politik dan kepentingan.
Oleh sebab itu Gereja hadir sebagai “media kontrol sosial” agar tidak terbawa arus digitalisasi yang tidak berperikemanusiaan sehingga mengorbankan rasa persaudaraan dan kekeluargaan.
Banalitas Media Sosial
Facabook salah satu platform yang mengalami pembaharuan dengan menghadirkan fitur terbaru yakni Facebook Pro.
Facebook Pro atau yang juga dikenal dengan Facebook Profesional merupakan fitur yang dirancang agar orang menjadi jadi kreator konten di Facebook.
Sepintas lalu ini seperti hal sepele dan biasa saja namun ketika didalami dengan saksama, ada hal-hal yang tidak berkenan dalam cara berkomunikasi.
| Opini: Digitalisasi Pendidikan, Artificial Intelligence dan Cognitive Debt |
|
|---|
| Opini: Paradigma Baru Hukum Pidana untuk Lindungi Insinyur dan Marwah APH dari Rekayasa Kasus |
|
|---|
| Opini: Moke - Antara Warisan Budaya, Ekonomi Rakyat dan Negara yang Gamang |
|
|---|
| Opini: Kebebasan Pers dan Siapa yang Berhak Menamai Kebenaran? |
|
|---|
| Opini: Ilusi PAD dan Distorsi Akuntabilitas |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/Ilustrasi-media-sosial-123.jpg)