NTT Terkini
Kelesuan Dunia Usaha di NTT, Pengamat Ekonomi: Efisiensi Anggaran Membunuh Rantai Ekonomi Lokal
Pengamat ekonomi Thomas Ola Langoday menilai bahwa penyebab utama situasi ini adalah kebijakan efisiensi anggaran yang diberlakukan oleh pemerintah
Dalam pandangannya, kebijakan efisiensi ini justru menyengsarakan rakyat. Ia menilai pemerintah gagal menakar dampak sosial-ekonomi dari keputusan tersebut.
“Apakah tujuan bernegara ini untuk menyengsarakan rakyat? Efisiensi boleh, tapi harus tepat sasaran. Jangan korbankan sektor yang menyangkut hajat hidup orang banyak,” kritiknya.
Ia menyarankan agar efisiensi anggaran dilakukan di lingkup internal birokrasi, bukan pada aktivitas yang berdampak langsung ke sektor riil.
“Pemerintah seharusnya bijak, bukan hanya hemat tapi juga memperhatikan mata rantai ekonomi yang terancam putus,” ujarnya lagi.
Saran untuk Pelaku Usaha: Bergerak Mandiri dan Inovatif
Kepada para pelaku usaha hotel dan rumah makan, Thomas memberikan dorongan agar tidak sepenuhnya bergantung pada kegiatan pemerintah.
“Ini era digital. Saatnya berinovasi dan berkreasi. Buatlah produk dan layanan yang menyasar wisatawan umum, komunitas lokal, dan pelanggan milenial. Manfaatkan media sosial, platform pemesanan daring, dan kerja sama lintas sektor,” katanya.
Ia juga mendorong agar pelaku usaha membentuk sinergi untuk bertahan di masa sulit ini.
“Bersinergilah dengan pelaku usaha lain agar tetap hidup.”
May Day: Saatnya Rakyat Bersuarakan Nasibnya
Menjelang peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day pada 1 Mei, Thomas menyarankan agar momentum ini dimanfaatkan oleh masyarakat, khususnya pekerja yang terkena PHK, untuk menyuarakan nasibnya.
“May Day adalah saat yang tepat bagi buruh dan rakyat bersuara. Tanyakan kepada pemerintah, ke mana efisiensi anggaran itu diarahkan? Sampai membuat banyak rakyat menderita dan menganggur?” tegasnya.
Penutup: Pemerintah Harus Segera Bertindak
Di akhir pernyataannya, Thomas Ola Langoday mendesak pemerintah untuk segera mengambil langkah nyata guna menghidupkan kembali sektor hotel dan restoran. (uge)
Ikuti Berita POS-KUPANG.COM lainnya di GOOGLE NEWS
Fraksi Demokrat DPRD Sebut APBD NTT Banyak Biayai Rutinitas Birokrasi Dibanding Produktif |
![]() |
---|
Horeka di NTT Didorong Kelola Sampah Mandiri, Targetkan 51,20 Persen Tercapai 2025 |
![]() |
---|
Pejabat Publik yang Enggan Beri Informasi ke Publik, Dengarkan Penagasan Komisi Informasi Pusat |
![]() |
---|
BERITA POPULER- Terduga Pelaku Penikaman Warga, Kajari Rote Ndao Sebut Tersangka, Sosok Violeta Baun |
![]() |
---|
LLDIKTI XV Bantah Tuduhan Penyalahgunaan Fasilitas Negara hingga Proyek Fiktif |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.