Breaking News
Jumat, 17 April 2026

Opini

Opini: Paus Fransiskus dan Wibawa Gereja Masa Kini

Kepergiannya sungguh telah menyisakan duka yang mendalam bukan hanya bagi Gereja tetapi juga bagi dunia. 

|
Editor: Dion DB Putra
KOLASE-DOKUMENTASI VATIKAN MEDIA VIA KOMPAS.COM
MEGAWATI BERTEMU PAUS - Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri bertemu Paus Fransiskus, Kepala Negara Vatikan sekaligus pemimpin tertinggi Gereja Katolik di Vatikan, Senin (18/12/2023) pagi waktu setempat. Paus Fransikus wafat pada Senin 21 April 2025. 

Inilah kesaksian atau kewibawaan hidup keagamaan Paus Fransiskus yang diakui dan dihormati dunia. 

Percaya atau tidak, kesaksian atau kewibawaan hidup keagamaan itulah yang membuat kredibilitas Gereja tetap terjaga.

Namun pertanyaanya adalah apakah Gereja dewasa ini senapas dengan semangat hidup Paus Fransiskus

Pertanyaan ini sulit dijawab mengingat sekelumit persoalan yang dialami Gereja dewasa ini, terlebih khusus para pemimpinya.

Seperti yang telah disinggung pada bagian awal bahwa Gereja dewasa ini tidak menunjukkan esensi panggilan hidupnya yang sejati. 

Ia berbicara tentang preferetial option for the poor namun ia jauh dari orang-orang miskin. Ia sibuk mengurus diri dalam singgasana kenyamanan tembok biara, istana, dan pastoran.

Ia berbicara tentang kasih, pengorbanan, pengampunan, solidaritas, dan kerajaan Allah namun eksistensinya sendiri tidak mencerminkan nilai-nilai itu karena ia sendiri tidak berakar kuat pada nilai-nilai injil.

Cara berada yang demikian tentu membuat kredibilitas dan kewibawaanya sebagai sebuah institusi spiritual dan moral semakin diragukan.

Karena itu sebagai upaya untuk mengembalikan dan mempertahankan kredibilitasnya, ia harus berani hidup secara radikal seperti yang diteladani oleh Bapa Suci Paus Fransiskus.

Ia pertama-tama harus mengakar kuat pada nilai-nilai injil karena injil adalah pribadi Yesus sendiri. 

Orang yang melekat kuat pada nilai-nilai injil tidak hanya akan bermekar seperti bunga dan mengeluarkan aroma Kristus tetapi lebih dari pada itu ia akan dengan mudah masuk kedalam realitas hidup orang lain karena ia akan menjadi seperti Kristus - Christ-like; mengosongkan diri dan hidup untuk yang lain, khususnya orang-orang kecil.

Cara berada yang demikianlah yang pada gilirannya membantu dia melampaui
obsesi duniawi karena fokusnya bukan lagi pada diri sendiri, harta, dan kesenangan duniawi melainkan pada pemenuhan panggilan hidupnya sebagai pengikut Kristus.

Simak terus berita POS-KUPANG.COM di Google News 

 

Halaman 3/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved