Opini

Opini: Menimbang Tarif Pajak  

Secara nyata tercermin dari kontraksi laju pertumbuhan konsumsi rumah tangga selama tiga kuartal tahun ini yang tumbuh dibawah 5 persen. 

Editor: Dion DB Putra
DOK POS-KUPANG.COM
Ilustrasi. 

Frugal living

Ekonomi adalah soal perilaku. Dinamikanya ditentukan oleh bagaimana pelaku ekonomi (konsumen) memandang hari ini dan memproyeksikan hari esok. 

Itulah mengapa teori rational expectation menyatakan bahwa pada umumnya para individu atau pihak-pihak dalam ekonomi adalah rasional untuk tujuan tertentu.

Secara terminologi, frugal living dikenal sebagai gaya hidup hemat atau hidup sederhana, dimana seseorang berusaha untuk mengelola uang dengan bijaksana, mengurangi pengeluaran yang tidak perlu, dan memaksimalkan nilai dari setiap uang yang dihabiskan.

Sejatinya, konsumsi yang meningkat akan mendorong pertumbuhan ekonomi. Tidak ada upaya mendorong konsumsi semakin membuat kondisi perekonomian kian terpuruk. 

Apabila kampanye gerakan frugal living ini dilakukan secara masif dan diikuti masyarakat, akan membuat ekonomi menjadi lemah, akibatnya  penerimaan pajak pemerintah juga rendah.

Pada titik ini, jika ekonomi mengalami kontraksi secara berkepanjangan menimbulkan depresi. 

Depresi adalah keadaan ekonomi dimana daya beli masyarakat menurun, pengangguran meningkat, pasokan barang dan jasa lebih besar dari permintaan, dan dunia usaha lesu diikuti oleh likuidasi perusahaan. Ini yang tidak kita inginkan. (*)

 

Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved