Opini

Opini: Dari Madrid ke Roma, Berharaplah kepada Allah!

Sebelumnya kami singgah semalam di Barcelona, Spanyol setelah mengikuti misa di dalam La Sagrada Familia. 

Editor: Dion DB Putra
DOK PRIBADI
Melki Deni, S. Fil 

Oleh:  Melki Deni, S.Fil
Mahasiswa Teologi di Universidad Pontificia Comillas, Madrid, Spanyol.

POS-KUPANG.COM - Musim panas di Eropa memang gerah,  membuat orang malas untuk berjalan keluar dari rumah. 

Pagi hari yang terik, pada 28 Juli 2025 kami lanjut melakukan perjalanan dari Bodighera menuju Siena, Italia. 

Sebelumnya kami singgah semalam di Barcelona, Spanyol setelah mengikuti misa di dalam La Sagrada Familia. 

Di dalam bus nomor 11 dari rombongan Peziarah Pengharapan Yubelium 2025 dari keuskupan Getafe, Madrid, Spanyol, saya duduk dengan Corinna Oeß, gadis muda dari Jerman. 

Saya bertanya, apa arti melakukan ziarah pengharapan, tempat-tempat yang akan dikunjunginya di Roma dan Vatikan, dan harapan yang diperolehnya setelah ini. 

Corinna menjelaskan: “Ziarah pengharapan berarti melakukan perjalanan keluar dari diri sendiri menuju suatu tujuan tetapi tidak boleh lupa orang-orang, kampung-kampung, hutan, jalan-jalan, gereja-gereja, dan terutama Tuhan yang memberikan kita pengharapan. Tetapi tujuan ziarah Yubilium saya sebenarnya bukan Roma, Vatikan atau melihat Paus Leo XIV, melainkan perjalanan yang kita lakukan ini." 

"Setelah ziarah ini, saya mau saya semakin bersiteguh tinggal dalam iman saya, dan menyerahkan hidup sepenuhnya kepada Yesus, dasar dan pemenuh pengharapan.” 

Corinna benar, tidak sedikit orang hanya melihat tempat, siapa yang ada di sana, dan bagaimana terjadi di sana sebagai tujuan ziarah, tetapi melupakan realitas yang acak dan berantakan di tengah perjalanan, yang membutuhkan penafsiran dan pemaknaan. 

Perjalanan akan menjadi pengalaman berharga kalau ditafsirkan dan dimaknai, sebab sejarah manusia tidak hanya ditulis dari waktu yang dinarasikan, tetapi juga oleh waktu yang menyejarahkan. 

Waktu yang dinarasikan berarti menulis dan mengisahkan kejadian-kejadian pada momen tertentu. Yang terpenting di sini adalah kapan dan di mana terjadinya. 

Sedangkan waktu yang menyejarahkan merupakan proses kreatif menciptakan sejarah dari segi isi, arti dan makna setiap kegiatan atau kejadian. 

Yang terpenting adalah penafsiran, pemaknaan dan rekonstruksi makna sejarah bagi kehidupan manusia selanjutnya. 

Italia memang indah dari dulu. Génova dilukiskan Tuhan di antara gunung-gemunung, curam yang tajam, dan pantai indah. 

Pemerintah Italia sejak lama membangun 70 sampai 80 terowongan dari Génova sampai Nisa. 

Halaman
1234
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved