Opini
Opini: Integritas Harga Mati
Seseorang yang cerdas tetapi tanpa integritas bisa mempermainkan sistem atau aturan demi keuntungan pribadi atau kelompoknya.
Oleh: Herman Musakabe
Gubernur Nusa Tenggara Timur periode 1993-1998
“Carilah tiga hal pada seseorang : kecerdasan, semangat dan integritas. Kalau dia tidak punya yang terakhir, maka dua lainnya tidak berarti” (Warren Buffet}
POS-KUPANG.COM - Belum lama ini (22/8/2025) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) terhadap Immanuel Ebenezer Gerungan atau biasa dipanggil Noel, Wakil Menteri Tenaga Kerja Kabinet Merah Putih, yang baru menjabat sekitar 10 bulan sejak dilantik.
Noel ditangkap karena diduga ikut melakukan pemerasan terhadap perusahaan terkait Izin Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).
Ia ditangkap bersama sejumlah pegawai di Kemenakker yang diduga sebagai sindikat pemerasan.
Sebagai Wamen, mestinya Noel mengawasi dan mencegah bila ada penyimpangan di Kementerian Ketenagakerjaan.
Baca juga: Kejagung OTT Tiga Hakim yang Putuskan Vonis Bebas Ronald Tannur
Tetapi yang terjadi ia mengetahui, membiarkan dan malah meminta bagian dari hasil pemerasan tersebut.
Kasus ini sangat ironis karena terjadi pada saat Presiden Prabowo bertekad melakukan pemberantasan korupsi dalam pidatonya pada berbagai kesempatan.
Karier politik Noel terbilang cepat, penuh liku-liku dan fantastis. Dari pengemudi Ojek online (2016) dia melompat secara cerdik dan naik kelas menjadi Ketua Relawan Jokowi Mania (Joman) pada Pilpres 2019.
Kemudian dia diangkat menjadi Komisaris Utama PT Mega Eltra pada 2021 meskipun hanya bertahan setahun.
Setelah itu menjadi ketua relawan pendukung Ganjar Pranowo lewat GP Mania lalu banting stir menjadi pendukung Prabowo pada 2023.
Setelah kemenangan Prabowo -Gibran pada 2024, Noelpun diangkat menjadi Wakil Menteri Ketenagakerjaan.
Semasa menjadi Wamen, Noel sempat menarik perhatian publik dengan gebrakan turun ke perusahaan-perusahaan membela nasib pekerja, antara lain menarik ijazah pekerja yang ditahan perusahaan.
Tiba-tiba saja, seperti petir di siang hari bolong, terjadilah OTT oleh KPK dan Noelpun harus menyandang status tersangka, memakai jaket oranye dengan tangan diborgol. Sejumlah uang, mobil dan motor mewah disita sebagai barang bukti.
Ekspresi wajahnya tidak menentu, antara kecewa, sedih dan marah. Apa boleh buat, penyesalan biasanya datang terlambat.
Herman Musakabe
Immanuel Ebenezer
Operasi Tangkap Tangan
Nusa Tenggara Timur
Opini Pos Kupang
Keselamatan dan Kesehatan Kerja
Wakil Menteri Tenaga Kerja
Opini: Prada Lucky dan Tentang Degenerasi Moral Kolektif |
![]() |
---|
Opini: Drama BBM Sabu Raijua, Antrean Panjang Solusi Pendek |
![]() |
---|
Opini: Kala Hoaks Menodai Taman Eden, Antara Bahasa dan Pikiran |
![]() |
---|
Opini: Korupsi K3, Nyawa Pekerja Jadi Taruhan |
![]() |
---|
Opini: FAFO Parenting, Apakah Anak Dibiarkan Merasakan Akibatnya Sendiri? |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.