Opini
Opini - Ketika Teknologi Menguasai Kosmos: Membaca Kritik Martin Heidegger
Kosmos tidak lagi dipahami sebagai ruang kehidupan bersama, melainkan sekadar “bahan” yang dapat diatur dan dikendalikan.
Dalam situasi seperti ini, kritik Heidegger menjadi semacam peringatan bahwa peradaban modern sedang bergerak menuju cara hidup yang kehilangan makna keberadaan.
Kosmologi pada akhirnya bukan sekadar pembicaraan tentang bintang, planet, atau asal-usul alam semesta. Kosmologi juga berbicara tentang bagaimana manusia menempatkan dirinya di tengah kosmos.
Apakah manusia hadir sebagai bagian dari alam, atau justru sebagai penguasa yang merasa berhak mengendalikan segalanya? Pertanyaan ini menjadi penting karena krisis modern sebenarnya bukan hanya krisis teknologi, melainkan krisis kesadaran manusia.
Manusia modern mungkin telah berhasil menaklukkan banyak hal melalui teknologi, tetapi pada saat yang sama ia terancam kehilangan kemampuan untuk “menghuni” dunia dengan bijaksana.
Kemajuan tidak selalu berarti kedewasaan. Ketika teknologi menguasai cara berpikir manusia, kosmos perlahan kehilangan maknanya sebagai rumah bersama.
Kritik Heidegger seharusnya tidak dipahami sebagai penolakan terhadap teknologi. Yang perlu dikritik adalah sikap manusia yang menjadikan teknologi sebagai pusat kehidupan dan ukuran utama kebenaran.
Teknologi memang penting, tetapi manusia tidak boleh kehilangan kesadaran kosmisnya. Alam bukan sekadar objek, melainkan bagian dari keberadaan yang memberi manusia ruang untuk hidup, bertumbuh, dan memahami dirinya sendiri.
Di tengah dunia yang semakin mekanis, manusia modern membutuhkan kembali kemampuan untuk memandang kosmos dengan rasa hormat dan keterbukaan.
Sebab ketika teknologi sepenuhnya menguasai cara manusia memandang dunia, yang hilang bukan hanya alam, tetapi juga kemanusiaan itu sendiri. (*)
Ikuti berita POS-KUPANG.COM lain di GOOGLE NEWS
Pascalianus Arki Banunaek
Opini - Ketika Teknologi Menguasai Kosmos
Martin Heidegger
kosmos
POS-KUPANG.COM
| Opini - Digitalis Humanitas dan Kearifan Lokal NTT di Tengah Revolusi AI |
|
|---|
| Opini: Kekuatan Narasi Digital- Pesta Babi dan Perebutan Pengaruh Setelahnya |
|
|---|
| Opini: Di Balik Turunnya NPL- Sinyal Risiko Kredit Bank NTT |
|
|---|
| Opini - Membaca Kasus Pantai Binongko Labuan Bajo dengan Kacamata Cleanthes |
|
|---|
| Opini: Mencari Makna Hidup di Tengah Semesta yang Terus Berevolusi |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/Pascalianus-Arki-Baunanek-ok.jpg)