Kamis, 21 Mei 2026

Opini

Opini: Dolar Menguat dan Rapuhnya Ketahanan Indonesia

Pelemahan rupiah yang terus terjadi sering dipahami sekadar sebagai fluktuasi ekonomi biasa atau persoalan pasar valuta asing. 

Tayang:
Editor: Dion DB Putra
FOTO ILUSTRASI BUATAN AI
ILUSTRASI 

Retorika nasionalisme ekonomi, sentimen anti-asing, dan narasi ancaman geopolitik biasanya menguat ketika kondisi ekonomi dalam negeri sedang rapuh. 

Karena itu, penguatan dolar harus dibaca bukan hanya sebagai tantangan ekonomi, tetapi juga sebagai ancaman terhadap stabilitas nasional apabila negara gagal membangun ketahanan ekonomi yang kuat dan berkelanjutan.

Alarm bagi Masa Depan Ketahanan Indonesia

Pada akhirnya, penguatan dolar seharusnya menjadi alarm serius bagi Indonesia untuk membangun ketahanan nasional yang lebih kuat. 

Intervensi pasar dan kebijakan moneter jangka pendek memang penting, tetapi tidak cukup untuk menyelesaikan akar persoalan. 

Tanpa perubahan struktural yang mendasar, Indonesia akan terus berada dalam posisi rentan setiap kali terjadi gejolak ekonomi global.

Dalam dunia yang semakin saling terhubung, krisis ekonomi dapat dengan cepat berkembang menjadi krisis legitimasi, polarisasi sosial, bahkan ancaman terhadap stabilitas negara. 

Karena itu, memperkuat ketahanan ekonomi nasional bukan lagi sekadar agenda pembangunan, melainkan kebutuhan strategis untuk menjaga kedaulatan dan stabilitas Indonesia di tengah dinamika global yang semakin tidak menentu. (*)

Simak terus berita POS-KUPANG.COM di Google News 

 

Sumber: Pos Kupang
Halaman 3/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved