Rabu, 20 Mei 2026

Opini

Opini: Dolar Menguat dan Rapuhnya Ketahanan Indonesia

Pelemahan rupiah yang terus terjadi sering dipahami sekadar sebagai fluktuasi ekonomi biasa atau persoalan pasar valuta asing. 

Tayang:
Editor: Dion DB Putra
FOTO ILUSTRASI BUATAN AI
ILUSTRASI 

Oleh: Johanes De Brito Siga Nono, S.H., MIR., MIL. 
Dosen pada Fakultas Hukum, Universitas Nusa Cendana ( Undana) Kupang, Nusa Tenggara Timur.

POS-KUPANG.COM - Dalam beberapa bulan terakhir, penguatan dolar Amerika Serikat kembali menjadi perhatian global, termasuk di Indonesia. 

Pelemahan rupiah yang terus terjadi sering dipahami sekadar sebagai fluktuasi ekonomi biasa atau persoalan pasar valuta asing. 

Padahal, di balik menguatnya dolar terdapat persoalan yang jauh lebih kompleks: ketimpangan sistem ekonomi global, kerentanan struktur ekonomi nasional, hingga ancaman terhadap stabilitas sosial dan politik dalam negeri. 

Dominasi dolar memperlihatkan bagaimana kekuatan ekonomi global tidak hanya bekerja melalui perdagangan dan investasi, tetapi juga melalui kontrol terhadap sistem finansial internasional yang mampu memengaruhi arah kebijakan negara berkembang. 

Dalam konteks Indonesia, penguatan dolar sesungguhnya menjadi cermin rapuhnya ketahanan nasional dalam menghadapi tekanan global yang terus berubah.

Dominasi Dolar dan Ketimpangan Sistem Global

Penguatan dolar menunjukkan bahwa sistem ekonomi global hingga hari ini masih sangat dipengaruhi oleh dominasi Amerika Serikat. 

Dolar bukan sekadar mata uang, melainkan instrumen kekuasaan global yang mengendalikan perdagangan internasional, cadangan devisa, hingga arus investasi dunia. 

Dalam perspektif hubungan internasional, kondisi ini mencerminkan bagaimana hegemonic stability bekerja melalui kekuatan finansial.

Baca juga: Di Tengah Koreksi Rupiah, Pemerintah Jelaskan Perbedaan Kekuatan Ekonomi RI 2026 dengan 1998

Kebijakan ekonomi Amerika Serikat, terutama kenaikan suku bunga oleh Federal Reserve, memicu perpindahan modal global menuju Amerika Serikat yang dianggap lebih aman. 

Dampaknya langsung dirasakan negara berkembang seperti Indonesia melalui pelemahan nilai tukar, tekanan terhadap pasar keuangan, serta meningkatnya biaya impor. 

Situasi ini menunjukkan bahwa negara berkembang masih berada dalam posisi rentan terhadap sistem ekonomi global yang tidak sepenuhnya setara.

Dalam perspektif Third World Approaches to International Law, dominasi dolar juga memperlihatkan bagaimana hukum ekonomi internasional kerap mempertahankan relasi ketergantungan antara negara maju dan negara berkembang. 

Secara formal prinsip sovereign equality memang diakui, tetapi dalam praktiknya kekuatan ekonomi global tetap didominasi oleh negara-negara besar yang memiliki kontrol terhadap sistem finansial internasional.

Rapuhnya Struktur Ketahanan Ekonomi Indonesia

Penguatan dolar pada akhirnya memperlihatkan kelemahan mendasar dalam struktur ekonomi Indonesia. 

Sumber: Pos Kupang
Halaman 1/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved