Sabtu, 16 Mei 2026

Opini

Opini: Di Balik Pertumbuhan Ekonomi NTT

Ketika kemampuan masyarakat untuk berbelanja meningkat, pertumbuhan ekonomi daerah pun ikut terdorong. 

Tayang:
Editor: Dion DB Putra
DOKUMENTASI PRIBADI ANNA ELLENORA NAINUPU
Anna Ellenora Nainupu 

Oleh: Anna Ellenora Nainupu, SST, M.Ec.Dev. 
Statistisi Ahli Madya pada BPS Provinsi Nusa Tenggara Timur.

POS-KUPANG.COM - Pada awal Mei 2026, Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi NTT merilis angka pertumbuhan ekonomi NTT pada triwulan I 2026 sebesar 5,32 persen. 

Angka ini memberi sinyal positif bahwa aktivitas ekonomi daerah masih bergerak cukup baik di tengah berbagai tantangan ekonomi global dan nasional. 

Namun, yang lebih penting bukan sekadar besar-kecilnya angka pertumbuhan itu, melainkan memahami apa yang sebenarnya menopangnya. 

Dari situlah kita bisa membaca ke mana arah ekonomi daerah sedang bergerak dan apakah pertumbuhan yang tercipta sudah cukup kuat menopang keberlanjutan ekonomi di masa depan.

Baca juga: Opini: Outlook dan Tren Pertumbuhan Ekonomi Global 2026

Data rilis BPS menunjukkan bahwa struktur perekonomian NTT dari sisi pengeluaran masih ditopang oleh konsumsi, terutama konsumsi rumah tangga dan konsumsi pemerintah, yang masing-masing menyumbang 64,4 persen dan 15,7 persen. 

Hal ini cukup wajar karena sebagian besar aktivitas ekonomi daerah memang masih bergerak lewat belanja masyarakat. 

Ketika kemampuan masyarakat untuk berbelanja meningkat, pertumbuhan ekonomi daerah pun ikut terdorong. 

Di sisi lain, belanja pemerintah juga berperan penting dalam menjaga aktivitas ekonomi melalui pembayaran gaji pegawai, belanja barang dan jasa, serta bantuan sosial. 

Saat belanja pemerintah meningkat, permintaan barang dan jasa ikut bergerak dan usaha-usaha masyarakat tetap berjalan, terutama ketika sektor swasta dan industri pengolahan belum berkembang kuat.

Secara konsep ekonomi, konsumsi memang penting karena menjaga aktivitas ekonomi tetap hidup. 

Namun, konsumsi memiliki keterbatasan karena efeknya cenderung jangka pendek. 

Untuk menciptakan pertumbuhan yang lebih kuat, daerah membutuhkan investasi produktif yang mampu menciptakan kapasitas ekonomi baru, meningkatkan produktivitas, dan menghasilkan nilai tambah yang lebih besar. 

Dengan kata lain, konsumsi menjaga ekonomi tetap bergerak hari ini, tetapi investasi produktif menentukan bagaimana ekonomi akan tumbuh dan berlanjut di masa depan.

Dalam struktur Produk Domestik Regional Bruto (PDRB), investasi tercermin pada komponen Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB). 

Sumber: Pos Kupang
Halaman 1/4
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved