Sabtu, 6 Juni 2026

Opini

Opini: Perang Melawan Sampah Plastik di NTT 

Studi Bappenas (2025) memperkirakan kerugian akibat pencemaran plastik di sektor perikanan dan pariwisata Rp12,1 triliun per tahun. 

Tayang:
Editor: Dion DB Putra
DOKUMENTASI PRIBADI ARIS WAWO
Aris Wawo, SVD 

Refleksi tentang Hari Lingkungan Hidup Sedunia, 5 Juni 2026

Oleh: Aris wawo, SVD
Guru di SMA Sto. Arnoldus Janssen Kupang, Nusa Tenggara Timur.


POS-KUPANG.COM - Bangsa Indonesia sudah mengalami kemerdekaan dari penjajah asing lebih dari 80 tahun. 

Kemerdekaan dirayakan dengan penuh kegembiraan. Kekuasaan bangsa-bangsa penjajah dicatat dalam buku sejarah dan dipelajari oleh semua anak bangsa secara formal maupun informal.

Kolonialisme asing sudah selesai, ada bentuk kolonialisme dengan wajah baru yaitu sampah. Sampah plastik menjadi ancaman lingkungan terbesar di Indonesia. 

Kementerian Linkungan Hidup mencatat jumlah timbunan sampah 2025 mencapai 141.926 ton per hari dengan 37.001 ton sudah dikelola (Kompas.com 7 April 2026). Mengerikan!

Baca juga: Opini: Berpancasila Secara Progresif

Di ibu kota Kabupaten Sikka misalnya, jumlah timbunan sampah sekitar 132 ton per hari (kompas.com, 30 Maret 2026), sedangkan di Kota Kupang jumlah timbunan mencapai 267 ton per hari (Prokopim Kota Kupang, 9 April 2026). 

Dua kota ini menjadi wakil dari NTT yang secara gamblang menunjukkan bahwa sampah sedang menjadi momok yang mengerikan dan menakutkan saat ini.

Sampah pada gilirannya merusak ekosistem laut, darat dan udara secara pelan namun pasti. 

Studi Bappenas (2025) memperkirakan kerugian akibat pencemaran plastik di sektor perikanan dan pariwisata mencapai Rp12,1 triliun per tahun. 

Penanganan dan pengolahan serta tindakan preventif terhadap sampah plastik merupakan panggilan nurani setiap orang. Melawan sampah dengan cara-cara kreatif adalah cara lain menolak kolonialisme baru.

Keindahan Di NTT: Suatu Ironi

Nusa Tenggara Timur ( NTT) merupakan salah satu provinsi paling Timur di wilayah Indonesia. 

Provinsi yang kaya akan budaya dan bahasa serta keindahan alam. Bukan tidak mungkin NTT diminati para wisatawan.

Dilansir dari detikbali (Minggu, 18 Januri 2026) Di Labuan Bajo, kunjungan wisatawan asing ke sana sebanyak 500 ribu. Ini merupakan berita yang membanggakan. 

Selain Labuan Bajo, wilayah-wilayah lain NTT dikenal eksotik. Ada banyak wisatawan yang mengunjungi alor, Sumba dan beberapa wilayah di Flores daratan. 

Keindahan adalah idaman dan harapan semua orang. Semua orang ingin menyaksikan ruangan yang asri, toilet umum yang bersih, taman-taman yang indah dan sejuk. 

Sumber: Pos Kupang
Halaman 1/4
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved