Opini
Opini: Di Balik Pertumbuhan Ekonomi NTT
Ketika kemampuan masyarakat untuk berbelanja meningkat, pertumbuhan ekonomi daerah pun ikut terdorong.
Akibatnya, ekonomi tetap bergerak, namun peningkatan nilai tambah dan pendapatan masyarakat belum berlangsung secepat yang diharapkan.
Kondisi ini tidak berarti NTT harus memaksakan diri mengejar industrialisasi besar-besaran seperti daerah yang lebih maju.
Yang lebih penting adalah membangun sektor-sektor produktif dan rantai ekonomi lokal yang sesuai dengan karakteristik wilayah.
Pertanian, peternakan, perikanan, hingga industri kreatif berbasis tenun dan budaya lokal memiliki potensi besar untuk dikembangkan lebih jauh, bahkan diarahkan ke pasar ekspor.
Persoalannya, potensi itu tidak akan memberi dampak besar jika berhenti pada produksi primer.
Nilai tambah baru akan tumbuh ketika komoditas dan usaha lokal terhubung dengan pasar, pengolahan, dan kebijakan daerah yang mendorong lahirnya kegiatan ekonomi yang lebih produktif.
Pembangunan ekonomi daerah tidak cukup hanya menciptakan aktivitas ekonomi. Yang lebih penting, aktivitas itu harus memberi nilai tambah yang lebih besar dan membuka ruang lebih luas bagi masyarakat lokal untuk menjadi pelaku utama.
Dalam kerangka itu, berbagai program pemerintah seharusnya tidak berhenti sebagai belanja rutin, tetapi dipakai sebagai pintu masuk untuk menggerakkan ekonomi produktif daerah.
Program Makan Bergizi Gratis (MBG), misalnya, tidak semestinya dilihat semata sebagai program sosial.
Jika terhubung dengan petani, peternak, nelayan, UMKM, dan koperasi desa, program ini bisa menjadi pengungkit permintaan bagi produk lokal.
Dari kebutuhan pangan yang besar dan berkelanjutan, daerah dapat mulai membangun rantai pasok yang lebih kuat.
Di sinilah koperasi desa dapat memainkan peran penting sebagai penghubung antara produksi masyarakat dengan pasar yang lebih luas, sekaligus memperkuat posisi tawar pelaku usaha lokal.
Jika dikelola dengan baik, rantai pasok ini dapat berkembang lebih jauh ke tahap pengolahan.
Jagung, misalnya, tidak hanya dijual sebagai bahan mentah, tetapi bisa diolah menjadi pakan ternak.
Di sektor perikanan, hasil tangkapan juga tidak harus berhenti sebagai komoditas segar, tetapi dapat masuk ke pengolahan seperti pembekuan, pengasapan, atau produk olahan lainnya agar nilai jualnya meningkat.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/Anna-Ellenora-Nainupu.jpg)