Sabtu, 6 Juni 2026

Opini

Opini: Magnifica Humanitas Melampaui Parrhesia Digital

Teknologi tidak lagi melayani tujuan manusiawi, tetapi menjadi senjata dalam dominasi geopolitik dan kekuasaan kelas.

Tayang: | Diperbarui:
Editor: Dion DB Putra
DOKUMENTASI PRIBADI MELKI DENI
Melki Deni, S. Fil 

Oleh: Melki Deni, S. Fil.
Sedang Studi Teologi di Universidad Pontificia Comillas, Madrid, Spanyol.

POS-KUPANG.COM - Dunia kita tengah berada dalam ambang transformasi yang fundamental, sebuah pergeseran dari paradigma industrialisme klasik menuju apa yang disebut sebagai Rerum Digitalium. 

Sebagaimana ensiklik Rerum Novarom pada 1891 merespons dehumanisasi akibat Revolusi Industri pertama, saat ini Gereja Katolik melalui Paus Leo XIV dalam ensiklik Magnifica Humanitas berupaya memposisikan dirinya di pusat teknologis, politik dan sosial untuk membela dan memperjuangkan martabat manusia di hadapan kekuasaan digital. 

Fenomena ini tidak dapat dipahami sebagai secara parsial, tetapi membutuhkan síntesis teoritis yang mempertemukan sosiologi produksi ruang Henri Lefebvre (1901–1991), arkeologi kekuasaan Michel Foucault (1926–1984), geografi kritis David Harvey (1935-), dan teologi sosial Gereja, dalam hal ini, Magnifica Humanitas. 

Baca juga: Opini: Membangun Resiliensi Kota Lewat Aksi-Aksi Iklim Berbasis Alam

Inti fundamental dari persoalan ini adalah bagaimana kekuatan politik beroperasi melalui penciptaan ruang, baik fisik maupun digital, untuk melanggengkan kapitalisme neoliberal melalui rezim kebenaran yang baru. 

Ruang sosial tidak netral

Lefebvre menegaskan bahwa ruang bukanlah wadang kosong yang netral, melainkan sebuah produksi sosial yang inheren dengan hubungan kekuasaan. 

Dalam pandangan Lefebvre, kapitalisme bertahan hidup melalui penciptaan dan pendudukan ruang. 

Ruang di sini menjadi isntrumen kontrol, dominasi, dan kekuasaan. Lefebvre menegaskan: “Bukan hanya masyarakat secara keseluruhan yang menjadi tempat reproduksi (yaitu reproduksi atas kondisi-kondisi produksi, dan bukan lagi metode produksi); melainkan juga seluruh ruang itu sendiri. 

Dimonopoli oleh neo-kapitalisme, disektorisasi, serta direduksi menjadi milieu (lingkungan) yang homogen namun sekaligus terfragmentasi dan terpecah-pecah (ruang hanya dijual kepada ‘klien’ dalam ukuran-ukuran kecil), ruang bertransformasi menjadi takhta bagi kekuasaan.” (Henri Lefebvre, The Survival of Capitalisme. Reproduction of the Relations of Production, London, UK: Allison and Busby, 1974, hlm. 100).

Senada dengan itu, Foucault memandang ruang sebagai mekanisme kunci dalam “anatomi politik detail” melalui disiplin (Michel Foucault, Discipline and Punish: The Birth of the Prison. New York: Vintage Books. 1977, hlm 139). 

Bagi Foucault, kekuasaan tidak bersifat terpusat melainkan relasional dan beroperasi secara mikrofisik melalui pengetahuan spasial seperti panopticon (Madj M. (2025). Space in Michel Foucault’s Work and its intersection with Henry Lefebvre’s production of space. HBRC Journal, 21:1, 2025, hlm. 362-263). 

Ruang Foucaultian adalah teknik di mana tindakan teratur dan proses normalisasi berlangsung. Ruang mengkodifikasi efek kebenaran yang mengikut individu dalam hubungan subjeksi. 

Foucault menulis: “Terdapat efek-efek kebenaran (effects of truth) yang diproduksi setiap saat oleh masyarakat seperti masyarakat Barat ─dan sekarang dapat kita rasakan, masyarakat dunia. 

Kebenaran itu diproduksi. Produksi-produksi kebenaran tersebut tidak dapat dipisahkan dari kekuasaan dan mekanisme kekuasaan, karena mekanisme kekuasaan inilah yang memungkinkan serta menginduksi produksi kebenaran tersebut. 

Pada saat yang sama, produksi kebenaran ini juga memiliki efek-efek kekuasaan yang mengikat dan membelenggu kita.” (Michel Foucault, El Poder, una bestia magnífica: Sobre el poder, la prisión y la vida, Mexico City, Mexico: Siglo XXI Editores, 2012, hlm. 73-74). Yang menjadi perhatian Foucault Foucault adalah “relasi-relasi antara kebenaran/kekuasaan dan pengetahuan/kekuasaan”. 

Sumber: Pos Kupang
Halaman 1/4
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved