Opini
Opini: Merantau Bukan Sekadar Meninggalkan Kampung
Merantau adalah keberanian meninggalkan kenyamanan rumah untuk menghadapi dunia baru dan asing.
Perubahan itu membuat banyak anak muda mengalami tekanan batin. Mereka harus menjaga harapan keluarga di rumah sekaligus bertahan menghadapi kerasnya kehidupan di luar daerah.
Tidak sedikit yang akhirnya merasa hidup di antara dua dunia: raganya berada di rantau, tetapi hatinya tetap tinggal di kampung halaman.
Karena itu, para perantau seharusnya tidak dipandang sebelah mata. Banyak orang mengira mereka pergi hanya untuk mencari uang atau mengejar kenyamanan hidup.
Padahal di balik kehidupan rantau terdapat perjuangan mental, emosional, dan fisik yang jarang terlihat.
Banyak perantau harus menahan rindu kepada keluarga, menghadapi tekanan hidup sendirian, dan bekerja dalam kondisi yang berat demi membantu orang-orang di kampung.
Ironisnya, masyarakat sering hanya melihat hasil yang dibawa pulang tanpa memahami pengorbanan di baliknya.
Ketika seorang perantau berhasil, ia dipuji karena dianggap mampu mengangkat ekonomi keluarga.
Tetapi ketika belum berhasil, ia mudah dianggap gagal atau lupa kampung halaman. Padahal tidak semua kehidupan di rantau berjalan mulus.
Banyak anak muda sebenarnya sedang berjuang dalam kesulitan, tetapi memilih diam agar keluarga di rumah tidak ikut khawatir.
Karena itu, diperlukan nurani sosial dalam memandang kehidupan para perantau.
Mereka bukan hanya membutuhkan tuntutan untuk sukses, tetapi juga dukungan moral, empati, dan penghargaan atas perjuangan mereka sebagai manusia.
Keluarga dan masyarakat perlu memahami bahwa kehidupan di rantau tidak selalu seindah yang dibayangkan. Para perantau juga bisa merasa lelah, gagal, kesepian, bahkan kehilangan arah hidup.
Keadaan ini sebenarnya bukan sepenuhnya kesalahan anak muda yang memilih pergi.
Mereka merantau bukan karena tidak mencintai kampung halaman, melainkan karena keadaan hidup memaksa mereka mencari peluang di tempat lain.
Minimnya lapangan kerja, keterbatasan akses ekonomi, dan sempitnya ruang pengembangan diri membuat rantau terlihat sebagai jalan paling mungkin untuk bertahan hidup sekaligus membantu keluarga.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/Polikarpus-Nuga-02.jpg)