Opini
Opini: Hari Pendidikan atau Hari Keprihatinan?
Masalah pendidikan tidak hanya terletak pada sistem dan kebijakan, tetapi juga pada pengalaman nyata siswa di sekolah.
Pendidikan yang baik membutuhkan tenaga pendidik yang fokus dan tidak terbebani oleh masalah ekonomi.
Mengabaikan kesejahteraan guru sama dengan mengabaikan masa depan pendidikan. Dan jika guru terus berada dalam ketidakpastian, maka keprihatinan dalam dunia pendidikan akan terus berlanjut.
Terus Berubah, Namun Belum Menemukan Arah
Perubahan kurikulum sering kali dipahami sebagai upaya untuk menyesuaikan pendidikan dengan perkembangan zaman.
Secara prinsip, ini adalah langkah yang wajar. Namun ketika perubahan terjadi terlalu sering, muncul kebingungan di tingkat pelaksana.
Guru dan siswa harus terus beradaptasi dengan sistem baru yang belum tentu lebih baik. Setiap perubahan membutuhkan waktu untuk dipahami dan diterapkan.
Namun ketika perubahan datang terlalu cepat, proses adaptasi menjadi tidak optimal. Akibatnya, tujuan pendidikan menjadi kabur.
Pemikiran John Dewey menekankan bahwa pendidikan harus berangkat dari pengalaman yang berkesinambungan.
Artinya, perubahan harus bersifat reflektif dan terarah, bukan sekadar pergantian yang sporadis. Tanpa kesinambungan, pendidikan kehilangan fondasinya.
Siswa pun ikut terdampak dari ketidakstabilan ini. Mereka belajar dalam sistem yang terus berubah, tanpa kepastian arah yang jelas. Dalam beberapa kasus, mereka menjadi korban dari kebijakan yang belum matang.
Selain itu, perubahan yang tidak konsisten dapat menggerus kepercayaan terhadap sistem pendidikan. Pendidikan seharusnya menjadi ruang yang stabil dan dapat diandalkan.
Tanpa itu, sulit membangun kualitas yang berkelanjutan. Akhirnya, jika arah pendidikan terus berubah tanpa kejelasan, maka yang terjadi bukanlah kemajuan, melainkan kebingungan yang dilembagakan.
Belajar Tanpa Aman, Bertumbuh Tanpa Kepastian
Masalah pendidikan tidak hanya terletak pada sistem dan kebijakan, tetapi juga pada pengalaman nyata siswa di sekolah.
Salah satu persoalan serius adalah rendahnya mutu hasil belajar yang masih menjadi tantangan hingga saat ini.
Banyak siswa yang masih kesulitan memahami materi dasar. Hal ini menunjukkan bahwa proses pembelajaran belum berjalan secara optimal. Pendidikan belum sepenuhnya mampu membangun pemahaman yang mendalam dan berkelanjutan.
Di sisi lain, isu keamanan di lingkungan sekolah juga semakin mengkhawatirkan. Kasus kekerasan, baik fisik maupun verbal, masih terjadi.
Goldy Ogur
Opini Pos Kupang
Hari Pendidikan Nasional
Hari Pendidikan Nasional 2 Mei
Mahasiswa IFTK Ledalero
| Opini - Keadilan Bagi Kaum Buruh Perspektif Ensiklik Rerum Novarum |
|
|---|
| Opini - Hardiknas 2026: Menguatkan Partisipasi Semesta dari Akar Kearifan Lokal NTT |
|
|---|
| Opini: Memutus Rantai Buruh Kasar- Pendidikan NTT Harus Naik Kelas! |
|
|---|
| Opini: Kegemaran Membaca dan Membaca Kegemaran |
|
|---|
| Opini: Literasi Sampah, Kesadaran Peduli |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/Goldy-Ogur-03.jpg)