Opini
Opini: Tantangan Kesempatan dalam Kesempitan bagi OVOP
Di sinilah titik krusialnya. Jika tujuan OVOP adalah menghasilkan nilai tambah, maka kebijakan harus berani fokus.
Sebaliknya, OVOP harus diarahkan ke kelas menengah desa—kelompok yang memiliki ruang untuk tumbuh, mampu mengambil risiko terbatas, dan menjaga kualitas produksi.
Pendekatan ini sejalan dengan Amartya Sen (capabilities) dan Angus Deaton (pengurangan ketidakpastian sebagai prasyarat pembangunan).
Penutup
“Kesempatan dalam kesempitan” bukan masalah karakter, tetapi respons rasional terhadap sistem.
Jika OVOP ingin berhasil, maka yang harus diubah bukan hanya programnya, tetapi ekosistemnya: konsistensi kebijakan, akses pasar, dan perlindungan sosial.
Tanpa itu, peluang akan terus dimaksimalkan hari ini—karena besok belum tentu ada. Dan selama kebijakan masih supply-driven, distorsi akan terus berulang.
Solusinya jelas: melindungi yang rentan, dan mendorong yang siap tumbuh. (*)
Simak berita, artikel opini atau cerpen POS-KUPANG.COM di Google News
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/Jermi-Haning-Ronda.jpg)