Opini
Opini: Menghormati Hak Hidup Pribadi dalam Kandungan
Suatu kehamilan adalah kabar gembira bagi banyak orang, keluarga dan secara khusus sebagai suami istri.
Membunuh atau kejahatan adalah tidak manusiawi. Itu tindakan amoral. Ini nampak juga dalam norma norma umum, pada komunitas komunitas beragama, bahwa membunuh manusia dengan cara apapun adalah kejahatan dan dosa berat.
Setiap insan mempunyai hak untuk hidup. Tidak ada yang membenarkan orang yang menghabisi hak hidup setiap pribadi. Norma tertinggi adalah pro-life.
Atas hal ini, pandangan hidup masyarakat Sumba Timur, mestinya ketakutan atau tidak berani melakukan kejahatan atau menggugurkan kandungan atau bayi.
Dengan kata lain, setiap orang, lebih lebih perempuan atau wanita yang hamil, apapun situasinya, harus mencintai dan menyayangi bayi atau embrio dalam kandungan.
Ada tuntutan moral agar hak hidup bayi dijunjung tinggi. Atau kehamilan harus dipandang atau dianggap sebagai jalan Tuhan, anugerah yang diberikan Tuhan dan menghormati cara Tuhan menyapa dan hadir dalam hidup.
Berseberangan dengan nilai-nilai ini, sesuai kata kata bayi dalam cerita kuno ini, yang mana seperti doa kutukan bagi orang tua atau perempuan yang melakukan itu, hanya akan membuat siksaan atau ketidaknyamanan dalam batin.
Bayi-bayi atau anak-anak tak berdosa, yang sengaja dibunuh atau digugurkan, dalam spirit cerita kuno itu, bukan diam dan tidak pernah diam tetapi mereka menangis, marah, jengkel dan ingin pelakunya diadili dan dihukum.
Jadi cerita kuno dari Sumba Timur ini, dibalik keseramannya memiliki pesan kuat, agar kehamilan atau adanya bayi dalam kandungan, lebih-lebih kehamilan yang terjadi diluar tujuan perkawinan, yang seringkali membawa kegelisan atau kecemasan atau dianggap skandal, tetap dijaga dan dicintai.
Orang harus menghormati hak hidup pribadi dalam kandungan, pro-life. Atau orang harus takut pada konsekuensi setiap tindakan membunuh atau menggugurkan bayi tak berdosa yang membawa hukuman batin bahkan hukuman yang datang dari norma sipil. (*)
Simak berita, artikel opini atau cerpen POS-KUPANG.COM di Google News
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/Polikarpus-Mehang-Praing-04.jpg)