Opini
Opini: Paskah di Tengah Retakan Dunia
Paskah, dengan demikian, bukan hanya peristiwa iman, tetapi juga panggilan etis untuk menanggapi penderitaan konkret.
Pekan Suci, dengan demikian, bukan sekadar perjalanan liturgis menuju altar, melainkan perjalanan etis menuju dunia.
Di tengah geopolitik yang penuh ketegangan, Paskah mengundang refleksi mendalam: apakah kita berdiri di sisi salib sebagai penonton, atau sebagai mereka yang berani terlibat dalam penderitaan dunia?
Pada akhirnya, Paskah adalah undangan untuk melihat dunia dengan cara baru. Bukan dari perspektif kekuasaan, tetapi dari perspektif korban.
Bukan dari logika dominasi, tetapi dari logika kasih yang rela berkorban. Dan mungkin, justru di situlah harapan bagi dunia yang terluka ini dapat mulai tumbuh kembali. (*)
Simak berita, artikel opini atau cerpen POS-KUPANG.COM di Google News
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/Pater-Adrianus-Yohanes-Mai-SVD-1234.jpg)