Opini
Opini: Habermas dan Akal Budi yang Terluka
Sabtu, 14 Maret 2026 lalu, dunia intelektual merasakan kehilangan besar, dalam sosok Habermas yang meninggal dalam usia 96 tahun
Hal ini memerlihatkan satu poin yang menentukan tentang cara kerja akal budi modern.
Caranya para intelektual publik seperti Habermas ini, bersama para arsitek pemikiran modern umumnya; dalam melihat dan memahami kenyataan sosial itu secara logis sejalan dengan caranya “akal budi yang jatuh” memandang kenyataan.
Dengan melepaskan diri dari abstraksi metafisika klasik-medieval, akal budi modern membangun fundasi kerjanya dengan bersandar sepenuhnya pada realitas material, bahkan lebih jauh pada materialitas dirinya seperti yang dikonstruksi oleh Kant melalui kategori-kategori a priorinya.
Konstruksi akal budi seperti ini menghasilkan kemajuan tanpa tanding pada level teknis material, sekaligus menghasilkan disonansi kognitif yang masif, bahkan memuncak dalam nihilisme kontemporer dan ‘kematian manusia’ menurut kosakata post-strukturalist.
Bahkan kalau kita menarik pembacaan ini lebih jauh, kita menjumpai sebentuk sikap anti-akal budi dalam masyarakat yang sepenuhnya dikendalikan oleh algoritma kecerdasan buatan.
Akal budi yang terluka ini perlahan digoda untuk tidak lagi memercayai kapasitas dirinya untuk memilah antara kebenaran dan kepalsuan.
Habermas telah melintasi garis batas. Warisan intelektualnya sebagai salah satu pemikir besar abad ke-20 tidak bisa disepelekan begitu saja.
Ia perlu dibaca, gagasan-gagasannya perlu dihadapi juga dengan kritis, terutama karena tendensinya untuk tidak mengakui dimensi supernatural dari akal budi.
Kita bisa mengatakan bahwa dengan tendensi penggelapan seperti ini, Habermas seperti para pemikir modern umumnya, dengan proyek modernitasnya berjuang membebaskan manusia dengan cara menghancurkan manusia dari dalam. Dan hal ini tidak bisa dilepaskan dari kodrat akal budi yang terluka sejak kejatuhan Eden. (*)
Simak terus berita, cerpen dan artikel opini POS-KUPANG.COM di Google News
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/Sintus-Runesi-Romo-01.jpg)