Opini
Opini: Prapaskah, Kemanusiaan dan Ekologi Integral
Namun luka dan krisis itu kemudian dipulihkan dengan puasa - yang merupakan pilar kedua prapaskah.
Kedua, berhenti merampas hak-hak orang lain, khususnya kaum miskin, buruh, dan masyarakat adat: contoh tindakan, korupsi; pemberian upah yang rendah; dan penyerobotan ruang hidup Masyarakat atas nama pembangunan.
Ketiga, mengembalikan atau memulihkan sesuatu yang telah rusak. Dalam konteks kemanusiaan, wujudnya bisa seperti: memulihkan martabat korban human traficcking, korban perang, korban ketidakadilan, dan korban penindasan.
Demikianpun dalam konteks ekologis, wujudnya bisa seperti: reboisasi, manajemen sampah, konservasi air dan tanah.
Inilah relevansi pilar-pilar prapaskah terhadap kehidupan sosial - kemanusiaan dan ekologi.
Namun sekali lagi relevansi itu hanya mungkin jika masa prapaskah tidak hanya dijadikan sebagai momen penyucian diri tetapi juga sebagai titik pijak dalam upaya merestorasi atau memulihkan wajah dunia (kemanusiaan dan ekologi) yang terluka melalui tindakan-tindakan sederhana namun radikal dan menyentuh akar persoalan. (*)
Simak terus berita, cerpen dan artikel opini POS-KUPANG.COM di Google News
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/Yantho-Bambang.jpg)