Opini
Opini: Seni Memahami sebagai Etika Pendidik yang Terlupakan
Weber menekankan bahwa mengerti alasan seseorang berbuat sesuatu sama pentingnya dengan tahu apa yang sebenarnya mereka lakukan.
Mereka tidak akan mudah menghakimi, tidak cepat memberi label, dan lebih terbuka terhadap keberagaman pengalaman manusia.
Inilah salah satu warisan berharga yang bisa diberikan pendidikan, dimana bukan hanya pengetahuan kognitif yang diwariskan, tetapi juga kebijaksanaan untuk memahami kompleksitas dan absurditas kehidupan.
Sudah saatnya kita mengembalikan sisi kemanusiaan, berhenti mengondisikan ruang kelas sebagai ruang tanpa makna, dan mulai membangun kasih serta empati di ruang kelas.
Karena pada akhirnya, tugas pendidik bukan sekadar mentransfer ilmu pengetahuan, melainkan juga memastikan setiap peserta didik merasa diterima dan dipahami sehingga mereka berani untuk bertumbuh.
Hanya dengan begitu, pendidikan benar-benar menjadi proses transformatif yang memanusiakan dan memberdayakan. (*)
Simak terus berita dan artikel opini POS-KUPANG.COM di Google News
Yoel Umbu Runga Riti
Institut Agama Kristen Negeri Kupang
Institut Agama Kristen Negeri
masalah pendidikan di ntt
Masalah Pendidikan
Opini Pos Kupang
Meaningful
| Opini: Dilema Kesejahteraan- Efisiensi atau Erosi Biokrasi? |
|
|---|
| Opini: Sunyi yang Tidak Didengar-Ketika Bunuh Diri Menjadi Bahasa Terakhir |
|
|---|
| Opini: Lonjakan HIV/AIDS di Nusa Tenggara Timur |
|
|---|
| Opini: Ilusi “Profesor Menjamur” dan Krisis Nalar Kebijakan Pendidikan Tinggi |
|
|---|
| Opini: Kerahiman Ilahi- Jalan Pulang Menuji Hati yang Diperbaharui |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/Yoel-Umbu-Runga-Riti-02.jpg)