Opini
Opini: Demikianlah Mereka Bukan Lagi Dua Melainkan Satu
Realitas virtual menyediakan dunia virtual yang tampak meyakinkan bagi orang-orang yang mengalaminya.
Di sisi lain, pandangan transhumanisme melihat teknologi sebagai variabel pelengkap yang dapat ditanamkan ke dalam tubuh manusia (teknologi nano) demi meningkatkan kapasitasnya.
Namun, alat-alat ini hanya melakukan tugasnya sesuai dengan program dan algoritma berdasarkan data yang ada.
Meski kemudian pertumbuhan kecerdasan buatan dapat menembus atau mengakses dimensi esensial pada manusia, seperti ruang privasi dan kebebasannya, hal tersebut tidak bisa merebut otonomi dari manusia.
Teknologi sejauh diperlakukan sebagai alat, mungkin tidak membuat kita didikte olehnya.
Namun, ketika teknologi beralih dari mesin pembantu menjadi mesin intervensi manusia.
Pada saat yang sama, teknologi bukan lagi alat eksternal bagi manusia, melainkan menjadi unsur primer dan bagian yang tak terpisahkan dari kemanusiaan.
Dengan demikian, manusia bukan lagi bermartabat dalam arti bebas dan otonomi, melainkan tidak lebih dari sebuah mesin yang dapat diaktif atau dinonaktifkan seperti mesin pada umumnya. (*)
Simak terus berita dan artikel opini POS-KUPANG.COM di Google News
Augustinus S. Sasmita
Agustinus Silvianus Sasmita
Virtual
konser virtual
Opini Pos Kupang
Meaningful
realitas virtual
Nusa Tenggara Timur
| Opini: Menemukan Kembali Lumbung Pakan di Nusa Tenggara Timur |
|
|---|
| Opini: Koperasi Merah Putih untuk NTT- Solusi atau Ilusi |
|
|---|
| Opini: Ketika Sapu Lama Mengaku Lebih Bersih dari Rumah yang Belum Pernah Ia Bersihkan |
|
|---|
| Opini: Integritas Auditor BPK dalam Sistem Pengawasan Keuangan Negara |
|
|---|
| Opini: NTT- Adat, Ibu Nifas dan Nyawa yang Dipertaruhkan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/Agustinus-S-Sasmita.jpg)