Opini
Opini: Cahaya dari Timur
Dream merujuk pada bayangan masa depan yang selaras dengan harapan-harapan terdalam dan aspirasi-aspirasi tertinggi.
Catatan Pasca Bedah Buku “Transformasi Dimulai Dari Ruang Kelas”
Oleh: Adrianus Ngongo
Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah VI Provinsi Nusa Tenggara Timur.
POS-KUPANG.COM - Tepat pada Perayaan hari Pendidikan Nasional 2 Mei 2026, Musyawarah Kerja Kepala Sekolah Manggarai Timur dalam kolaborasi dengan Universitas Katolik Indonesia St. Paulus Ruteng dan Cabang Dinas Pendidikan Wilayah VI menyelenggarakan sebuah kegiatan ‘mewah’, Bedah Buku berjudul Transformasi Dimulai dari Ruang Kelas.
Prolog buku ditulis oleh Gubernur NTT, E. Melkiades Lakalena. Epilog oleh Rektor Universitas Katolik Indonesia St. Paulus Ruteng, RD. Agustinus Manfred Habur. Editor buku Marianus Mantovanny Tapung dan Adrianus Ngongo.
Penulis Lukas Sumba, Frumensius Hemat, Eduardus Sateng Tanis, Ferdinandus Fifardin, dkk.
Peserta bedah buku adalah para pengawas, kepala sekolah, guru dan siswa yang berasal dari 47 SMA di Manggarai Timur.
Baca juga: Opini: Mazmur Mazmur Nusantara
Bedah buku ini istimewa karena merepresentasikan semangat juang para guru untuk berbenah dengan fokus pada potensi yang dimiliki. Segala keterbatasan bukanlah penghalang untuk bertumbuh dan berkembang.
Tantangan medan dan infrastruktur jalan untuk sampai di Watunggong, Kecamatan Congkar, Kabupaten Manggarai Timur, lokasi bedah buku, contohnya, tidak memadamkan api semangat guru dan siswa untuk tetap berkarya dan berpartisipasi dalam acara tersebut.
Appreciative inquiry
Dalam dunia akademis, ada sebuah pendekatan yang selaras dengan semangat para guru di Manggarai Timur. David Cooperrider dan Suresh Srivastva merupakan perintis lahirnya pendekatan ini.
Pendejatan ini dikenal dengan nama appreciative inquiry. Banawiratma (2013) mendefinisikan appreciative inquiry sebagai suatu proses dan pendekatan pengembangan organisasi untuk mengubah tata kelola yang tumbuh dan berkembang dari pemikiran konstruksionis sosial dan aplikasinya pada tata kelola dan transformasi organisasional.
Appreciative inquiry merupakan pencarian bersama untuk menemukan apa yang terbaik pada kelompok, organisasi, atau dunia sekitarnya.
Usaha ini dijalankan secara sistematis agar ditemukan apa saja yang menghidupkan suatu sistem agar sistem itu berfungsi paling efektif dan kapabel.
Appreciative inquiry berpusat pada energy positif. Dengan bertolak dari sikap positif, perubahan-perubahan yang sering tidak disadari, tiba-tiba muncul.
Tujuannya bukan mengeritik, menegasi atau mendiagnosis penyakit tetapi 4 D (Discovery, Dream, Design, Destiny).
Discovery mengacu pada identifikasi dan apresiasi potensi terbaik yang dimiliki komunitas atau individu.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/Adrianus-Ngongo-04.jpg)