Kamis, 28 Mei 2026

Opini

Opini: Memaknai Prapaskah di Tengah Dunia VUCA

Paus Fransiskus juga menyerukan persatuan, kasih dan solidaritas sebagai pedoman bagi kita untuk berpijar dan menghadapi VUCA. 

Tayang: | Diperbarui:
Editor: Dion DB Putra
DOKUMENTASI PRIBADI RIKARDO SILA
Rikardo Sila 

Tawaran-tawaran itu terlihat sangat menyenangkan mata. Namun semua itu tidak berarti di mata Yesus. Ia mampu mengendalikan diri-Nya dengan penuh kesadaran. 

Ia sadar bahwa manusia bukan hanya hidup dengan makanan dan minuman karena itu Ia berpuasa. 

Ia sadar bahwa manusia bisa melakukan sesuatu tanpa harus populer dan diakui banyak orang dan Ia pun sadar bahwa manusia bisa berkuasa atas diri sendiri tanpa harus mengedepankan hasrat untuk menguasai orang lain karena toh  bisa saja melukai banyak hati. 

Melihat perjalanan Yesus selama empat puluh hari dan malam, kita dipanggil untuk menjadi murid sejati dengan meneladani keteguhan-Nya. 

Kesadaran diri menjadi kunci untuk mengendalikan godaan-godaan duniawi. Kesadaran nilai moral (sosial, agama budaya) menjadi jembatan umat Kristiani untuk melewati masa ini dengan lebih kuat. 

Karena itu kita diajak untuk tidak membalas kejahatan dengan kejahatan, melainkan dengan pengampunan, setia membaca dan merenungkan Firman Tuhan, melakukan meditasi dan berefleksi serta melatih kesabaran dalam menghadapi berbagai tantangan dan menghindari hal-hal negatif. 

Dengan demikian dalam masa prapaskah ini iman kita semakin dimurnikan untuk tetap setia, fleksibel dalam tindakan memperkuat rasa solidaritas  dan teguh dalam harapan. (*)

Simak terus berita dan artikel opini POS-KUPANG.COM di Google News 

 

 

Sumber: Pos Kupang
Halaman 3/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved