Opini
Opini: Bergerak dari Fall in Love Menuju Standing in Love
Dalam kehidupan berkeluarga juga demikian, dua orang manusia menyatu membangun keluarga baru atas nama cinta.
Fromm, menjelaskan bahwa cinta sejati harus melibatkan tanggung jawab terhadap orang lain tanpa ada perasaan terbebani (Fromm, 1956). Tangggung jawab ini mesti diambil secara bebas dan penuh kesadaran.
Kehadiran kita dalam keadaan sulit merupakan bagian dari tanggung jawab terhadap orang yang kita cintai.
Hal ini juga menggarisbawahi pepatah Latin “cintaku adalah bebanku” (beban dalam artian positif).
Ketiga, penghormatan, Fromm meelihat cinta sebagai “kemampuan untuk melihat orang yang kita cintai sebagaimana adanya, dan berusaha menyediahkan ruang baginya untuk mengembangkan diri” (Fromm, 1956).
Cinta sejati mesti lahir dari penerimaan terhadap diri dan karakter orang yang kita cintai.
Keterbukaan ini mengandaikan kita menaruh rasa hormat terhadap sesama dan menerima orang lain secara penuh.
Hal yang sering terjadi dalam kehidupan cinta yang kita alami adalah “obsesi” kita ingin menjadikan orang yang kita cintai sebagai objek dan mereka berkembang seturut keinginan kita.
Cinta yang demikian tidak akan bertahan lama karena secara perlahan orang yang kita cintai merasa tidak nyaman dan kita sendiri akan mengalami kejenuhan dalam hubungan cinta.
Keempat, pengetahuan (knowladge), bagian ini mengarah pada kemampuan kita memahami orang yang kita cintai.
Kemampuan memahami sangat penting dalam hubungan cinta, dengan memahami kita akan mengerti situasi dan keadaan dari orang yang kita cintai.
Bagian ini, tidak hanya terbatas dalam memahami belaka, melainka kita mestinya menempatkan diri kita pada tempatnya dalam hubungan cinta dengan orang lain.
Pengetahuan juga akan membantu kita membaca kebutuhan dari orang yang kita cinta.
Hubungan yang dibangun atas dasar pengetahuan akan sangat membantu kita untuk mengetahui penyebab-penyebab jika pada saat tertentu hubungan kita menjadi tidak baik atau renggang.
Erich Fromm berargumen bahwa cinta adalah sebuah seni (Art). Seni yang dimaksudkan dadalah seni bertahan dalam cinta (standing in love), dengan seni memadukan perhatian, tanggung jawab, penghormatan dan pemahaman, demi menghasilkan cinta yang otentik. Cinta yang otentik tidak bisa terwujud tanpa empat elemen dasar di atas. (*)
Simak terus berita dan artikel opini POS-KUPANG.COM di Google News
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/Afrianus-Juang-02.jpg)