Opini
Opini: Selamat Bergabung Kraeng Melki - IKMR Menata Jalan Pergi dan Jalan Pulang
Ikatan Keluarga Manggarai Raya (IKMR) Kupang adalah nama yang tidak akan pernah bosan untuk didekap.
Ketiga, simbol jembatan antara publik dan privat. Filsafat sosial membedakan ranah publik (negara) dan privat (keluarga). Pengukuhan ini menjadi simbol jembatan di antara keduanya.
Negara tidak masuk untuk mengatur, melainkan mendengar dan menasihati, keluarga tidak terisolasi, melainkan diakui sebagai subjek sosial-politik yang bermartabat.
Di sini, politik kembali ke akarnya. Polis sebagai ruang hidup bersama, bukan sekadar administrasi. Selain itu, Bagi Gubernur Melki Laka Lena, posisi penasehat kehormatan adalah panggilan etis.
Ia dituntut menjaga keteladanan, kebijaksanaan tutur, dan kepekaan sosial. Secara filosofis, ini mendekati konsep virtue ethics dimana jabatan kehormatan menuntut keutamaan karakter, bukan sekadar kecakapan teknis.
IKMR Menata Langkah Jalan Pulang dan Jalan Pergi
Tema yang diangkat menarik untuk dimaknai secara sadar. Raes Cama ka¨eng, wa wae cama-cama, eta golo cama-cama. Dalam konteks ini, IKMR harus berani menata jalan pulang dan jalan pergi.
IKMR Kupang harus berani menata jalan pulang. Kembali pada ^ke-Manggarai-an ̄ yang hakiki seperti nilai hidup, identitas, ingatan, dan kebijaksanaan awal.
Secara filosofis, ini sejalan dengan gagasan anamnesis (Plato). Orang Manggarai di Kupang harus mengingat kembali siapa kita sebenarnya.
Menata jalan pulang berarti memastikan bahwa sejauh apa pun kita melangkah dalam karier, kuasa, atau pencapaian tertentu, kita tidak tercerabut dari etika, keluarga, tradisi, dan suara nurani. Pulang bukan mundur, tetapi menjaga makna agar perjalanan tidak kehilangan arah.
Sementara itu, IKMR harus menata jalan pergi, maksudnya merancang masa depan dengan kesadaran. Jalan pergi adalah simbol keberanian untuk melangkah, bertumbuh, dan bertransformasi. Ini berkaitan dengan eksistensialisme. Manusia ditakdirkan untuk memilih dan bergerak maju.
Menata jalan pergi berarti tidak berjalan serampangan, melainkan menyiapkan tujuan, risiko, dan tanggung jawab. Pergi tanpa ditata melahirkan petualangan kosong tetapi pergi yang ditata melahirkan perubahan yang bermakna.
Dalam konteks ini, jalan pulang memberi akar agar kita tidak kehilangan arah dan jalan pergi untuk memberi sayap agar kita tidak mandek.
Filsafat hidup yang matang bukan memilih salah satunya, tetapi merawat keduanya sekaligus. Oleh karena itu, ada beberapa tawaran pemikiran untuk dewan pengarah, ketua dan pengurus IKMR Kupang.
Pertama, sebuah apresiasi tulus atas terobosan kreatif para dewan pengarah, ketua dan pengurus IKMR yang meminta dengan tulus agar Gubernur NTT, Pak Melki Laka Lena berkenan menjadi penasihat kehormatan IKMR. Semesta merestui.
Pak Gubernur akhirnya bersedia dikukuhkan sebagai penasihat kehormatan IKMR Kupang. Hemat saya, ini sebuah terbosan yang kreatif dan edukatif.
Sebagai anggota IKMR Kupang dari Panga Macang Pacar, saya percaya ada niat mulia dari dewan pengarah, ketua dan pengurus IKMR.
Bersama kita melangkah dan bertumbuh dalam kesadaran penuh. Wa wae cama-cama agu eta golo cama-cama. Jangan lagi ada yang masih ^wa wae ̄. Harus ^eta golo ̄ semuanya. Dalam pengamatan saya selama ini, ketua dan pengurus IKMR sudah bekerja maksimal.
Salah satu contoh terlihat, saat ada duka yang dialami keluarga Manggarai, banyak dari pengurus dan anggota IKMR yang hadir. Terima kasih banyak untuk lelah, keringat bahkan air mata agar IKMR tetap menjadi komunitas yang hidup dan bertumbuh.
Kedua, kehadiran Kraeng Melki dalam komunitas keluarga IKMR Kupang, menuntut sikap dan tanggungjawab. Salah satunya, mendukung penuh program kreatif dari pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur.
Para ASN muda IKMR Kupang diharapkan bekerja semaksimal mungkin dan ^memantaskan ̄ diri jika pada saatnya diberi tugas dan wewenang yang lebih besar.
Dalam sambutannya, Kraeng Melki menegaskan tiga program yang sedang dijalankan pemerintah yaitu OVOP (one village one product), OCOP (one community one product) dan OSOP (one school one product).
Walau demikian, sebagai keluarga, kita juga perlu meningatkan (mengkritisi) kebijakan atau program yang kontra-produktif. Tanggungjawab kita sebagai keluarga IKMR adalah tanggungjawab rasional dan profesional.
Mendukung tidak berarti membiarkan Pak Gubernur berjalan sendiri dengan konsep pembangunan yang belum matang.
Salah satu program yang menurut penilaian saya, Prof Feliks Tans dan beberapa yang lainnya, perlu dikritisi dan dimatangkan adalah program OSOP. Kami menilai program adaptasi ini belum ^matang ̄.
Ketiga, dewan pengarah, ketua dan pengurus IKMR, harus berani menata jalan pergi IKMR KUpang dengan proses kaderisasi.
Pesan dari Kak Frans Sarong untuk mengembalikan IKMR sebagai nadi birokrasi NTT adalah satu dari sekian banyak contoh akan pentingnya kaderisasi di segala bidang.
Tema, ^wa wae cama-cama, eta golo cama-cama ̄ mau menegaskan bahwa jalan pergi ke masa depan harus dikonsepkan dan dimatangkan dalam aksi nyata.
Para orangtua jangan membiarkan orang muda berjalan sendiri tetapi sebaliknya diberi arahan agar lebih matang dan profesional.
Sementara yang muda, jangan menjauhkan diri dari orangtua. Lebih banyak melihat dan mendengar. Saya membayangkan ada wadah para dosen IKMR Kupang dari berbagai kampus.
Mereka mulai membimbing, menuntun dan melakukan aksi nyata terhadap kemajuan generasi muda IKMR di Kupang. Harus ada kesempatan para dosen dan mahasiswa Manggarai Raya di Kupang untuk duduk dan berpikir terhadap sekian banyak fenomena sosial.
Mulailah dengan aksi sederhana tetapi produktif dilakukan untuk membangun NTT, Manggarai Raya dan Kota Kupang. Menyelesaikan studi tepat waktu, membersihkan sampah dan aneka kegiatan produktif lainnya.
Epilog
Pengukuhan gubernur sebagai penasehat kehormatan sebuah komunitas keluarga dapat dimaknai sebagai upaya memanusiakan kekuasaan.
Menggeser logika kuasa menuju logika nilai, dari memerintah menuju membimbing, dari struktur menuju relasi.
Dalam konteks sosial kita, ini adalah simbol bahwa pembangunan yang berkelanjutan selalu berakar pada keluarga dan nilai-nilai kemanusiaan. (*)
Ikuti opini dan berita POS-KUPANG.COM lain di GOOGLE NEWS
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/Gusty-Rikarno-02.jpg)