Opini
Opini: Selamat Bergabung Kraeng Melki - IKMR Menata Jalan Pergi dan Jalan Pulang
Ikatan Keluarga Manggarai Raya (IKMR) Kupang adalah nama yang tidak akan pernah bosan untuk didekap.
Intinya orang Manggarai itu cerdas dan kritis. Tidak mau mendapatkan jabatan karena +IBw-menggosok tangan+IB0-. Itu saja.
Selamat Bergabung Kraeng Melki
Pak Melki Laka Lena dalam posisinya sebagai Gubernur NTT dikukuhkan menjadi penasihat kehormatan IKMR Kupang. Ia diberi kain songke, selendang dan topi adat, simbol hati dan pikirannya orang Manggarai.
Para dewan pengarah, ketua dan pengurus IKMR pasti memiliki dasar pertimbangan yang matang ketika memutuskan, meminta Pak Gubernur bergabung dalam keluarga besar IKMR sebagai penasihat kehormatan. Dua peran yang diterima sekaligus. Penasihat-kehormatan IKMR Kupang.
Hemat saya, ada dua hal menjadi dasar pertimbangan yaitu sebagai Gubernur, Pak Melki dpandang sebagai pemimpn muda yang cerdas, kreatif dan profesional.
Selain itu, walaupun Pak Melki ^dilepas ̄ dari posisinya sebagai Gubernur NTT, ia tetap dinilai sebagai orang baik dan berkarakter. Pak Melki berbicara santai dan apa adanya.
^Orang Manggarai itu terkenal sebagai ^kaum ̄ yang memilik solidaritas tinggi. Memiliki sekolah-sekolah unggul seperti Seminari Kisol, tempat saya pernah sekolah. Jika kemudian orang Manggarai itu cerdas-kritis, bisa dipahami karena mereka memiliki sekolah yang bagus ̄.
Namun apakah ia bercerita dalam konteks dulu atau sekarang? Saya belum tahu. Satu hal yang pasti, beliau bangga menjadi penasihat kehormatan IKMR Kupang.
Lagu punyanya musisi Manggarai, Ivan Nestorman kembali didendangkan. Mata leso ge. Pak Melki sebagai ^mata leso ̄nya IKMR Kupang atau IKMR Kupang sebagai ^mata leso ̄nya Pak Melki, biarkan waktu yang menjawab. Namun saya mencoba mengais makna dibalik pengukuhan Pak Melki sebagai penasihat kehornatan IKMR.
Pertama, peralihan dari ^kekuasaan ̄ kepada kebijaksanaan personal. Dalam filsafat politik klasik, kekuasaan (power) berbeda dari kebijaksanaan (wisdom).
Ketika seorang gubernur dikukuhkan sebagai penasehat kehormatan, ia secara simbolik ^ditarik ̄ dari posisi pengambil keputusan koersif menuju peran reflektif.
Pak Melki hadir sebagai pribadi yang sadar untuk memberi arah, menimbang nilai, dan menjaga kebijaksanaan kolektif. Ini menggemakan gagasan Plato tentang philosopher-king bahwa pemimpin ideal bukan hanya memerintah, tetapi membimbing dengan kebajikan (phronesis).
Kedua, sebuah pengakuan timbal balik. Saat negara melalui figur gubernur hadir sebagai penasehat kehormatan, terjadi pengakuan bahwa pembangunan tidak hanya bersumber dari kebijakan struktural, tetapi juga dari nilai-nilai keluarga seperti solidaritas dan tanggung jawab moral.
Ini menegaskan bahwa negara tidak berdiri di atas keluarga, melainkan berdialog dengannya. Selain itu, gelar ^kehormatan ̄ menandakan legitimasi moral, bukan administratif.
Ia tidak mengikat secara hukum, tetapi mengikat secara etis. Secara filosofis, ini sejalan dengan pemikiran Hannah Arendt, otoritas sejati lahir bukan dari paksaan, melainkan dari pengakuan dan kepercayaan.
IKMR sebagai komunitas keluarga memberikan mandat simbolik bahwa nilai dan arah yang mereka junjung selaras dengan visi kepemimpinan publik.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/Gusty-Rikarno-02.jpg)