Kamis, 18 Juni 2026

Opini

Opini: Satu Hari untuk Guru

Namun sedikit yang menyadari bahwa pekerjaan terbesar guru justru terjadi di ruang-ruang yang tak pernah disorot. 

Tayang:
Editor: Dion DB Putra
DOKUMENTASI PRIBADI GOLDY OGUR
Goldy Ogur 

Namun, meski semua itu tidak terlihat publik, guru tetap menjadi pelita kecil yang menjaga jalan pendidikan tetap terang. 

Ia tidak menuntut pengakuan, tetapi selalu berharap masa depan muridnya lebih baik. Dan di sanalah kemuliaan profesi ini tersembunyi.

Guru sebagai Penjaga Masa Depan: Kekuatan yang Diam-Diam

Guru adalah profesi yang bekerja untuk masa depan yang belum mereka lihat. 

Setiap hari mereka bertemu manusia yang sedang tumbuh, yang belum tahu akan menjadi apa, yang tidak menyadari bahwa hidupnya sedang dibentuk oleh seseorang yang berdiri di depan kelas hari ini.

Byung-Chul Han menyebut era kita sebagai “masyarakat performatif”, masyarakat di mana nilai seseorang diukur dari hasil instan yang bisa dilihat. 

Tapi pendidikan bukan dunia instan. Guru bekerja dalam logika yang bertentangan: hasil dari perjuangan mereka baru tampak bertahun-tahun kemudian. 

Mungkin ketika seorang murid berhasil lulus kuliah, mungkin ketika ia menjadi orang tua yang lebih bijaksana, atau ketika ia tidak mengulangi luka yang diturunkan keluarganya, semua itu adalah buah dari benih yang ditanam guru di masa lalu.

Franz Magnis-Suseno pernah menulis bahwa tugas moral masyarakat adalah menjaga martabat profesi yang menopang kehidupan bersama. 

Guru adalah salah satu profesi itu. Ia mengajarkan nilai sebelum mengajarkan ilmu: disiplin, kejujuran, tanggung jawab, dan cara menjadi manusia yang baik. 

Dan semua itu dilakukan bukan hanya melalui kata-kata, tetapi melalui teladan sehari-hari.

Di kelas, guru adalah filsuf kecil. Ia mengajak murid bertanya, berpikir, dan mempertanyakan dunia. Ia membantu murid menemukan suara mereka sendiri, bukan hanya suara buku. 

Ia memberi ruang untuk gagal, mencoba lagi, dan tumbuh. Tanpa guru, pendidikan hanya menjadi sistem dingin tanpa sentuhan manusia.

Pada saat yang sama, guru harus bertahan dari berbagai tantangan: kurikulum yang sering berubah, tekanan dari orang tua, kurangnya fasilitas, dan murid yang datang dari realitas sosial yang keras. 

Namun mereka tetap hadir, karena kehadiran adalah bentuk kekuatan utama seorang guru.

Guru adalah penjaga masa depan, bukan dengan kekuatan besar, tetapi dengan tindakan kecil yang dilakukan setiap hari: menyapa murid, memeriksa latihan, menahan amarah, memberikan semangat, dan percaya pada anak-anak yang tidak percaya pada dirinya sendiri. Inilah pekerjaan besar yang tidak pernah terlihat.

Sumber: Pos Kupang
Halaman 3/4
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Grup K - Matchday 1
Kamis, 18 Juni 2026 | 00:00 WIB
Portugal
Portugal
1 - 1
DR Congo
RD Kongo
Grup L - Matchday 1
Kamis, 18 Juni 2026 | 03:00 WIB
England
Inggris
4 - 2
Croatia
Kroasia
Grup L - Matchday 1
Kamis, 18 Juni 2026 | 06:00 WIB
Ghana
Ghana
1 - 0
Panama
Panama
Grup K - Matchday 1
Kamis, 18 Juni 2026 | 09:00 WIB
Uzbekistan
Uzbekistan
1 - 3
Colombia
Kolombia
Grup A - Matchday 2
Kamis, 18 Juni 2026 | 23:00 WIB
Czechia
Ceko
VS
South Africa
Afrika Selatan
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
Memuat video…
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved