Opini
Opini: Adventus dalam Aksi, Gereja Merespons Tantangan Sosial
Karena itu, Adven adalah masa untuk menggugat nurani: apakah niat dan tindakan kita terarah pada kebaikan sejati?
Para pihak berkepentingan merasa terakomodir dalam kemartiran kontinuitas perjumpaan dan percakapan.
Kasus geothermal di Pulau Flores menunjukan contoh konkret sinodalitas Gereja.
Para Uskup seprovinsi Gerejawi Ende menolak proyek geothermal setelah mendengar keluhan masyarakat tentang hilangnya sumber penghidupan, kerusakan lingkungan, dan ancaman terhadap budaya lokal.
Bagi enam Uskup di Provinsi Gerejawi Ende, gugusan pulau kecil seperti Flores dan pulau-pulau di sekitarnya yang memiliki ekosistem rentan berisiko besar.
Pemanfaatan sumber daya yang tidak bijak dapat menimbulkan dampak serius terhadap lingkungan, ketahanan pangan, stabilitas sosial, dan kelestarian budaya.
Energi panas bumi dinilai tidak sesuai untuk kondisi geografis Flores dan Lembata, yang didominasi pegunungan, perbukitan, serta minimnya sumber air permukaan.
Selain itu, pendekatan eksploitasi semacam ini bertentangan dengan arah pembangunan utama daerah yang berfokus pada pariwisata, pertanian, perkebunan, peternakan unggulan, serta sektor kelautan (Surat Gembala Pra-Paskah 2025).
Gereja berperan sebagai pendamping dan pembela masyarakat, menegakan prinsip bahwa pembangunan harus menghormati manusia dan alam.
Pengalaman ini menunjukkan bahwa sinodalitas bukan semata gagasan teologis tetapi praksis teologi publik yang diuji dalam dunia kehidupan.
Sikap profetis Gereja patut diapresiasi meski perlu dikaji lebih sungguh dengan manajemen pastoral Gereja yang lebih antisipatif dan preventif.
Migran dan Perantau: Gereja Menemani yang Rentan
Dalam SAGKI 2025 persoalan migran dan perantau ditempatkan sebagai bagian dari tanda-tanda zaman.
Gereja dipanggil sebagai komunitas yang mendengarkan pengalaman hidup umat dalam berbagai konteks termasuk mereka yang terpaksa berpindah karena tekanan ekonomi, ketidakpastian sosial, atau terdampak kerusakan ekologis.
Sinodalitas mengajak Gereja membuka ruang dialog dan parisipasi bagi para migran dan perantau, memastikan suara, kebutuhan, dan kerentanan mereka sebagai discernment pastoral.
Pendampingan para migran dan perantau memanifestasikan corak Gereja yang mendengarkan dan menyembuhkan, sejalan dengan spiritualitas sinodal yang menekankan persaudaraan, keadilan, dan perhatian pada yang paling rentan.
Adven: Refleksi, Aksi, dan Panggilan Sosial
Liturgi adven menekankan orientasi eskatologis, dimana pertobatan bukan sekedar ritual, tetapi gerakan kembali kepada Allah (motus ad Deum, ST. I-II, q.113, a. 4).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/Richard-Muga.jpg)