Opini
Opini: Adventus dalam Aksi, Gereja Merespons Tantangan Sosial
Karena itu, Adven adalah masa untuk menggugat nurani: apakah niat dan tindakan kita terarah pada kebaikan sejati?
Oleh: Richard Muga
Formator di Seminari Tinggi Interdiosesan St. Petrus Ritapiret Maumere, moderator Centro John Paul II Ritapiret.
POS-KUPANG.COM - Adven adalah ruang jeda yang mengajak kita untuk kembali melihat arah hidup.
Masa ini mengajak kita berhenti sejenak guna menilai kembali prioritas dan memastikan seluruh tindakan kita selaras dengan tujuan sejati.
Baca juga: Lirik Lagu Putri Sion Nyanyilah, Lagu Katolik untuk Masa Adven
Menyitir Thomas Aquinas, tujuan itu bukan sekadar keinginan sesaat, tetapi keterarahan konsisten menuju kebaikan tertinggi (sumum bonum) (ST I-II, q.1, a.1).
Karena itu, Adven adalah masa untuk menggugat nurani: apakah niat dan tindakan kita terarah pada kebaikan sejati?
SAGKI 2025 dan Gereja Sinodal
Sidang Agung Gereja Katolik Indonesia (SAGKI) 2025 mengangkat tema: “Berjalan Bersama sebagai Peziarah Pengharapan: Menjadi Gereja Sinodal yang Misioner untuk Perdamaian”.
Tema ini menegaskan kembali identitas Gereja sebagai komunitas sinodal.
Sinodalitas ini menekankan partisipasi, kolaborasi, dialog, dan tanggung jawab bersama.
Dengan corak seperti ini, Gereja diarahkan untuk berjalan bersama umat, hadir dalam dinamika sejarah, dan terlibat bersama semua pihak dalam mengusahakan kesejahteraan bersama (bonum commune).
Tentang sinodalitas Gereja, para Bapa Suci memberi aksentuasi tersendiri.
Paus Paulus VI (Ecclesiae sanctae, 1966) lebih menekankan aspek struktural dan tata pastoral, sedangkan Paus Fransiskus menyoroti dimensi spiritualitas, proses mendengarkan bersama, dan reorientasi missioner untuk menjawabi persoalan zaman.
Dalam Evangelii gaudium (2013) Paus Fransiskus menekankan sinodalitas sebagai cara Gereja “berjalan bersama” umat Allah yang saling mendengarkan, berdialog, dan mengambil keputusan secara partisipatif.
Sinodalitas bukan sekadar mekanisme organisasi tetapi spiritualitas kebersamaan.
Gereja membuka diri pada suara Roh Kudus yang berbicara melalui semua umat dan setiap pihak yang berkehendak baik dalam merespons tantangan sosial, ekologis, dan kemanusiaan secara kolaboratif dan bertanggungjawab.
Geothermal: Sinodalitas dalam Praktik
Sinodalitas yang ditekankan kembali dalam SAGKI 2025 menempatkan Gereja sebagai komunitas yang berjalan bersama -mendengarkan umat, berdialog lintas kelompok kepentingan dan mengambil keputusan partisipatif representatif.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/Richard-Muga.jpg)