Opini
Opini: Budaya Adalah Kompas Jati Diri
Pandangan filsuf dan budayawan Indonesia menegaskan bahwa kebudayaan adalah satu-satunya sumber otentisitas dan jati diri bangsa.
Kearifan ini, yang menekankan keseimbangan dan ketahanan moral, adalah cetak biru yang dapat diadopsi oleh seluruh bangsa pada Hari Kebudayaan Nasional.
Merayakan 17 Oktober berarti mengakui bahwa nilai-nilai dari Lopo di Timor, Lepo Gete di Flores, atau Marapu di Sumba, adalah aset etika nasional yang tak ternilai.
Penetapan 17 Oktober 2025 sebagai Hari Kebudayaan Nasional adalah kesempatan emas.
Ia harus dimaknai sebagai titik balik untuk kembali menggali dan mempraktikkan falsafah budaya yang mengajarkan kita untuk jujur, berempati, dan saling menghormati.
Dengan menjadikan kekayaan budaya Nusantara, khususnya kearifan yang kokoh dari NTT, sebagai mercusuar, kita dapat membentuk generasi mendatang yang tidak hanya cerdas, tetapi juga memiliki akhlak luhur dan kokoh di hadapan tantangan zaman. Semoga! (*)
Simak terus berita POS-KUPANG.COM di Google News
| Opini: Lamalera dan Dunia yang Hampir Kehilangan Jiwa |
|
|---|
| Opini - Merenungkan Peristiwa Mulia Selama Bulan Maria yang Bertepatan dengan Masa Paskah |
|
|---|
| Opini: Kemanusiaan harus Melampaui Legalitas- Catatan untuk Bupati Ende |
|
|---|
| Opini: Menggugat Timor Kouk |
|
|---|
| Opini: Gugatan Etika atas Euforia Siswa-Siswi NTT Saat Kelulusan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/Inosensius-Enryco-Mokos.jpg)